
Pemain Real Madrid Kylian Mbappe. (ig @9javenue)
JawaPos.com–Real Madrid kembali jadi sorotan, tapi kali ini bukan karena aksi di lapangan. Laporan terbaru soal kesalahan diagnosis cedera Kylian Mbappe membuat klub raksasa Spanyol itu terlihat kurang rapi di balik layar.
Kasus kesalahan diagnosis cedera Kylian Mbappe bikin dahi berkerut. Bukan cuma soal salah diagnosis tapi karena kesalahan yang disebut-sebut sampai memeriksa kaki yang salah. Untuk level klub seperti Real Madrid, ini jelas bukan kesalahan kecil.
Yang lebih mengejutkan, hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari pihak klub terkait cedera Kylian Mbappe. Biasanya, kesalahan sebesar ini akan berujung pada evaluasi besar-besaran, bahkan pemecatan staf terkait. Tapi situasinya berbeda di Real Madrid.
Melansir El Mundo, tidak ada satu pun staf medis yang diberhentikan setelah insiden tersebut terungkap. Sebuah keputusan yang cukup mengejutkan, mengingat standar profesionalisme di klub elite biasanya sangat tinggi.
Dalam sepak bola modern, margin kesalahan terhadap pemain top nyaris nol. Sedikit kelalaian saja bisa berdampak panjang, baik pada performa maupun karir pemain. Jadi wajar jika banyak pihak mempertanyakan keputusan klub yang terkesan adem ayem ini.
Alih-alih melakukan perombakan total, Real Madrid justru mengambil langkah yang cukup unik. Yakni memulangkan kembali Dr. Niko Mihic sebagai kepala layanan medis.
Nama Mihic sendiri bukan sosok baru. Dia sebelumnya sempat menjabat posisi yang sama sebelum akhirnya dilepas pada 2023, saat catatan cedera pemain di klub dianggap memburuk.
Kini, dia kembali dipercaya untuk memimpin departemen medis di tengah situasi yang bisa dibilang sensitif. Apakah ini solusi atau justru langkah berisiko? Waktu yang akan menjawab.
Di tengah semua drama tersebut, satu kabar baik tetap jadi pegangan. Kondisi Mbappe sudah pulih dan tidak mengalami dampak jangka panjang dari kesalahan tersebut.
