
Pemain Asal Inggris, Marcus Rashford (X/@MarcusRashford)
JawaPos.com - Ketidakpastian menyelimuti masa depan Marcus Rashford di Spotify Camp Nou. Meski Barcelona memiliki opsi untuk mempermanenkan penyerang asal Inggris tersebut, pernyataan terbaru dari jajaran petinggi klub justru membuka ruang negosiasi baru yang berisiko mengubah peta kesepakatan dengan Manchester United.
Marcus Rashford, yang saat ini menjalani masa peminjaman dari Manchester United, sejatinya merupakan salah satu agenda prioritas Barcelona menjelang akhir musim. Dalam kontrak peminjaman yang disepakati musim panas lalu, klub berjuluk Blaugrana tersebut memiliki opsi pembelian tetap sebesar EUR 30 juta.
Secara prinsip, Barcelona berniat mengaktifkan klausul tersebut. Namun, keputusan final belum diketuk karena manajemen masih ingin memantau performa sang pemain dalam dua bulan sisa kompetisi.
Opsi Peminjaman Kembali
Situasi menjadi menarik setelah Joan Laporta memberikan pernyataan dalam wawancara bersama Jijantes. Laporta mengisyaratkan adanya kemungkinan untuk tidak langsung membeli Rashford secara penuh, melainkan memperpanjang masa peminjaman atau memodifikasi struktur pembayaran.
"Kami bisa saja memperpanjang masa peminjaman lebih lama. Semuanya bergantung pada evaluasi Deco (Direktur Olahraga). Ada beberapa formula yang sedang kami pelajari, termasuk membayar sebagian dari opsi pembelian kepada United sekarang, dan sisanya dibicarakan kemudian," ujar Laporta, dikutip melalui laman Marca, Sabtu (14/3).
Langkah ini dinilai cukup mengejutkan. Pasalnya, kesepakatan musim panas lalu sudah mengunci segala aspek finansial, baik dengan Manchester United maupun dengan Rashford sendiri. Jika Barcelona memilih untuk mengaktifkan opsi EUR 30 juta tersebut, mereka tidak perlu lagi melakukan negosiasi ulang.
Baca Juga:Premier League Dalam Bahaya? Enam Wakil Inggris Gagal Menang di Leg Pertama Liga Champions
Resiko Kenaikan Harga
Keinginan Barcelona untuk mengubah skenario kontrak justru bisa menjadi bumerang. Pihak Manchester United dilaporkan berada dalam posisi yang lebih menguntungkan jika negosiasi ulang terjadi.
