
Pelatih Tottenham Hotspur Igor Tudor. (Dok. Tottenham Hotspur)
JawaPos.com - Igor Tudor mengatakan bahwa kartu merah Micky van de Ven menjadi penyebab Tottenham Hotspur kalah dari Crystal Palace di Liga Inggris pekan ke-29. Laga yang berakhir dengan skor 1-3 tersebut dimainkan di Tottenham Hotspur Stadium, Jumat (6/3).
Tottenham Hotspur mengawali laga dengan meyakinkan setelah berhasil unggul lewat gol yang dicetak Dominic Solanke pada menit ke-34. Namun, Micky van de Ven melakukan pelanggaran kepada Ismaila Sarr di kotak penalti yang membuat dia diganjar kartu merah pada menit ke-38 dan Tottenham Hotspur mendapatkan hukuman tendangan penalti.
Kartu merah tersebut diakui Igor Tudor mengubah jalannya pertandingan. Bahkan, di babak kedua, Tottenham Hotspur tidak berhasil untuk bangkit karena sudah tertinggal tiga gol di babak pertama.
"Kami kecewa kalah dalam pertandingan ini. Kami memulai dengan baik dan unggul 1-0, lalu kartu merah mengubah jalannya pertandingan. Pertandingan menjadi sangat berbeda setelah itu. Sayangnya, kami ingin meningkatkan performa di babak kedua tetapi kami tidak berhasil," beber Igor Tudor saat jumpa pers yang dikutip dari laman resmi Tottenham Hotspur, Jumat (6/3).
Sejak kedatangan pelatih asal Kroasia tersebut, Tottenham Hotspur sudah tiga kali kalah beruntun di Liga Inggris. Saat ini, yang bisa dilakukan Igor Tudor adalah membangun kepercayaan antarpemain dan tidak membuat kesalahan.
"Saya ingin bersikap positif. Saya tidak bisa mengatakan apa pun kepada para pemain setelah pertandingan ini. Mereka telah memberikan segalanya. Sayangnya, kita harus menanggung setiap detail. Jika kita mengatakan bahwa kartu merah adalah detail, selalu ada sesuatu yang perlu dibicarakan. Dengan semua masalah yang kita hadapi sekarang, absennya para bek hari ini, absennya para bek sayap, ini adalah masalah yang sudah kita ketahui," ucap Igor Tudor.
"Saya tidak ingin membicarakannya, tetapi kita perlu tetap bersatu sekarang. Saya selalu mengulangi hal yang sama, tetapi memang begitulah adanya. Percaya dan berkembang. Jangan membuat kesalahan. Ini adalah kunci dalam sepak bola. Tetap fokus, jangan membuat kesalahan."
"Satu gol, Anda selalu mencetak gol. Dua gol, Anda bisa mencetak gol, tetapi yang terpenting adalah tidak membuat kesalahan dalam sepak bola. Sayangnya, sekarang, saat ini, kita harus menanggung semuanya, tetapi sebagai gantinya, saya percaya, kita dapat mengubah segalanya. Masih ada sembilan pertandingan lagi yang harus dimainkan. Masih ada sembilan pertandingan lagi yang harus dimainkan," jelas pelatih berusia 47 tahun itu.
Sikap optimistis tetap ditunjukkan Igor Tudor bahwa Tottenham Hotspur bisa keluar dari situasi sulit setelah 11 pertandingan tidak pernah menang di Liga Inggris. Dia ingin para pemainnya terus bekerja keras dan tenang menghadapi situasi sulit.
"Bagaimana menurutmu? Seberapa sulit? Ini sangat sulit. Apa yang bisa kamu lakukan, kita perlu terus bekerja. Terus bekerja, percaya, bekerja pada segalanya, cobalah untuk membantu orang-orang ini, karena aku mengerti, kau tahu."
"Aku melihat mereka setiap hari, mereka peduli. Mereka peduli. Mereka ingin melakukan, mereka mencoba melakukan, tetapi ada saat-saat seperti itu. Jadi, seperti yang kukatakan, tetap tenang, terus bekerja dan itu akan berlalu. Itu akan mengubah situasinya," pungkas Igor Tudor.
