Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 21.45 WIB

Aksi Unik Presiden Marseille Pablo Longoria: Telpon Ibu Minta Restu Transfer Mason Greenwood

Presiden Marseille sampai minta restu ibunda demi rekrut Mason Greenwood. (Instagram @masongreenwood). - Image

Presiden Marseille sampai minta restu ibunda demi rekrut Mason Greenwood. (Instagram @masongreenwood).

JawaPos.com - Presiden Olympique Marseille, Pablo Longoria akhirnya angkat bicara soal proses di balik transfer Mason Greenwood dari Manchester United ke klub Ligue 1 itu.

Dalam wawancara terbarunya, Longoria mengaku bahwa dirinya sempat bimbang dan meminta pendapat sang ibu sebelum menyetujui transfer yang menuai pro dan kontra.

Mason Greenwood sebelumnya dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Liga Inggris. Namun, kariernya di Manchester United terhenti pada Januari 2022 setelah Greenwood ditangkap pihak kepolisian atas dugaan percobaan pemerkosaan, kekerasan, dan perilaku menekan (coercive behaviour).

Meskipun demikian, seluruh dakwaan pidana terhadap Greenwood resmi dihentikan pada Februari 2023 setelah jaksa penuntut menyatakan saksi kunci menarik keterlibatan mereka.

Sejak saat itu, Greenwood tidak pernah lagi membela Manchester United. Greenwood kemudian menjalani masa peminjaman selama satu musim di Getafe, La Liga Spanyol, sebelum akhirnya dipermanenkan Marseille pada 2024.

Menurut Longoria, keputusan itu diambil setelah klub melakukan analisis mendalam dan due diligence secara menyeluruh. Bos Marseille itu menegaskan bahwa pihaknya menilai kasus Greenwood berdasarkan fakta hukum yang tersedia dan bukan asumsi publik semata.

“Bagi saya, sudah tepat untuk berbicara secara terbuka mengenai hal ini (perekrutan Greenwood). Menciptakan tabu dalam kehidupan tidak pernah membawa dampak positif,” ujar Longoria kepada The Telegraph.

Dilansir dari ESPN, Pablo Longoria mengungkapkan bahwa langkah paling personal yang diambilnya ialah meminta nasihat sang ibunda yang diketahui pernah bekerja dalam sistem pemasyarakatan Spanyol dan memiliki pengalaman panjang dalam rehabilitasi narapidana.

“Saya menelepon ibu saya. Lalu saya bertanya, ‘Apa pendapatmu, dengan mengetahui seluruh situasinya?’ Ibu saya sebelumnya bekerja dalam sistem pemasyarakatan di Spanyol yang memiliki model penjara sangat inovatif. Dia bahkan pernah menerima penghargaan medali negara,” tutur Longoria.

Menurut Longoria, pendapat itu sangat penting karena sang ibu tidak memiliki kepentingan olahraga, bisnis, maupun reputasi klub. Pertimbangannya murni sebagai seorang manusia, bukan pejabat sepak bola.

“Dia memberi jawaban, ‘Lakukan.’ Hal itu penting bagi saya karena saya menginginkan pendapat dari seseorang yang tidak memiliki kepentingan olahraga,” tambah Longoria.

Meskipun demikian, transfer Greenwood tetap berjalan dengan penuh penolakan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat. Wali Kota Marseille saat itu secara terbuka mengecam keputusan klub dan menyebut perilaku Greenwood sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
Longoria juga mengaku adanya risiko reputasi besar yang harus dihadapi klub jika meneruskan transfer itu. Namun, sang bos tetap yakin pada keputusannya.

“Ya, saya tahu ada kritik. Saya juga menyadari bahwa situasi ini berkali-kali berpotensi menimbulkan kerusakan reputasi,” ujar Longoria.

“Namun, jika Anda merasa telah mengambil keputusan yang benar, dengan tingkat informasi yang tepat, serta dari sudut pandang kemanusiaan, karena Mason adalah anak yang baik, sungguh, sejak saat itu saya bisa tidur dengan tenang,” tambanya.

Sejak bergabung dengan Marseille, Greenwood sendiri menunjukkan performa impresif. Hingga saat ini, pemain berusia 21 tahun itu telah mencetak 33 gol dari 54 penampilan di semua kompetisi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore