
Ilustrasi antrean penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk menuju ke arah Jawa. (Istimewa).
JawaPos.com - Pelabuhan Gilimanuk, Bali mengalami kemacetan parah saat arus mudik lebaran 2026. Kemacetan mengular puluhan kilometer karena tak mampu menampung peningkatan volume kendaraan.
Anggota DPR RI, Iman Sukri mendorong agar pemerintah segera memikirkan solusi permasalahan ini. Salah satu yang bisa menjadi pilihan solusi adalah membangun pelabuhan baru, agar pelayaran tidak terfokus di Gilimanuk.
“Saya kira sudah waktunya pemerintah serius membangun alternatif pelabuhan lain dari dan atau menuju Bali. Tidak bisa terus bergantung pada Ketapang–Gilimanuk saja,” ujar Iman kepada wartawan, Kamis (2/4).
Iman menjelaskan, kapasitas infrastruktur di Gilimanuk tidak mampu menampung lonjakan kendaraan yang begitu besar. Dengan adanya pelabuhan baru, maka beban GIlimanuk bisa dikurangi.
Ketua DPW PKB Bali itu mengusulkan beberapa opsi pengembangan, diantaranya membuka jalur menuju Bali Utara, baik melalui kawasan Bangsring maupun dengan memperkuat peran Pelabuhan Jangkar di Situbondo sebagai simpul penyeberangan alternatif.
“Pengembangan akses menuju Bali Utara bisa menjadi solusi untuk memecah konsentrasi arus kendaraan. Ini penting agar tidak terjadi penumpukan ekstrem di satu titik seperti yang kita lihat hari ini,” jelasnya.
Meski begitu, pembangunan pelabuhan alternatif ini harus tetap memperhatikan kearifan lokal. Khususnya terkait penolakan terhadap pembangunan jembatan penghubung Jawa–Bali.
“Menambah atau memperkuat pelabuhan lain menuju Bali tentu tidak mengurangi penghormatan kita terhadap adat dan budaya masyarakat Bali yang tidak menghendaki pembangunan jembatan. Justru ini menjadi solusi yang seimbang, akses tetap terbuka, tanpa mengorbankan nilai-nilai adat istiadat setempat,” pungkas Iman.
