
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono menyoroti tewasnya 3 prajurit TNI dalam tugas perdamaian United Nations Interim Force (UNIFIL) di Lebanon. Dia mengecam serang yang dilakukan Israel namun menyasar kepada personel tersebut.
Budisatrio mengatakan, pasukan perdamaian tidak boleh diserang oleh siapapun. Peristiwa ini dianggap memperkeruh suasana.
“Fraksi Partai Gerindra mengecam rangkaian serangan Israel di Lebanon Selatan yang memperparah eskalasi konflik. Serangan terhadap pasukan perdamaian di bawah mandat PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701. Tindakan tersebut semakin menjauhkan kita dari tujuan perdamaian dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” kata Budisatrio dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).
Budisatrio menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban. Negara harus memberikan penghormataan tinggi kepada prajuritnya yang gugur.
“Atas nama Fraksi Partai Gerindra, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Indonesia telah kehilangan tiga putra terbaik bangsa yang gugur ketika menjalankan tugas negara,” imbuhnya.
Budisatrio mendorong agar eskalasi militer di Lebanon dihentikan. Semua pihak harus menghormati kedaulatan negara, hukum internasional, serta mengutamakan negosiasi untuk mencapai perdamaian.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini juga meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ini. Keluarga para korban juga harus mendapat haknya.
“Fraksi Gerindra juga mendukung permintaan pemerintah kepada PBB untuk segera mengadakan rapat darurat Dewan Keamanan guna memastikan adanya langkah konkret untuk de-eskalasi serta perlindungan terhadap masyarakat sipil dan pasukan penjaga perdamaian,” tutup Budisatrio.
