Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Maret 2026, 23.22 WIB

Soroti Kasus Videografer Amsal Sitepu, Cak Imin Geram Kreativitas Dihargai Rp 0

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti kasus videografer Amsal Christy Sitepu dalam proyek video profil desa di Kabupaten Karo tahun 2020–2022. Baginya tidak tepat bila kerja kreatif dianggap tidak memiliki nilai.
 
Muhaimin mengatakan, tidak sepatutnya sebuah ide, gagasan, proses editing, hingga dubbing dalam produksi konten video dihargai Rp 0. Penilaian semacam ini dianggap bisa merusak industri ekonomi kreatif nasional.
 
“Proses kreatif adalah nyawa industri kreatif. Ia seharusnya dihargai sebagai keahlian, bukan justru dinihilkan apalagi dikriminalisasi. Ketika ide dan kreativitas dinilai Rp 0, itu bukan sekadar keliru, itu berbahaya,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin di Jakarta, Senin (30/3).
 
Seperti diketahui, dakwaan Jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan menyebutkan bahwa harga produk video yang ditawarkan Amsal senilai Rp 30 juta dinilai terlalu mahal. Harga seharusnya berada di kisaran Rp 24,1 juta. Jaksa berpandangan kategori seperti ide, penyuntingan gambar hingga dubbing seharusnya dinilai Rp 0. 
 
 
Menko Pemberdayaan Masyarakat ini mengatakan, industri kreatif lahir dari proses panjang, mulai dari riset, eksplorasi ide, produksi, hingga eksekusi. Penilaian yang diberikan seharusnya tidak sebatas pendekatan konvensional.
 
Pola pikir semacam ini dipercaya akan membahayakan dunia pendidikan dan regenerasi pelaku industri kreatif. Lama-kelamaan masyarakat tidak akan mau lagi membangun industri kreatif.
 
“Jika kreativitas dianggap tidak bernilai, kampus bisa kehilangan semangat mengajarkan inovasi. Lalu siapa yang akan berkarya? Siapa yang akan melanjutkan ekosistem ini?” ujarnya.
 
Saat ini, jutaan masyarakat Indonesia menggantungkan hidup pada sektor ekonomi kreatif, mulai dari konten kreator, videografer, editor, hingga desainer. Karena itu, menurutnya, perlindungan terhadap nilai kerja kreatif menjadi hal yang mendesak.
 
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga memiliki visi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat. Dengan begitu, bisa menjadi pemicu kenaikan pertumbuhan ekonomi.
 
“Jangan sampai pendekatan yang keliru justru membuat para kreator takut berkarya. Kita butuh keberanian berinovasi, bukan ketakutan akibat salah tafsir,” tegasnya.
 
Bagi Cak Imin, industri kreatif saat ini bukan sekadar pelengkap pertumbuhan ekonomi. Melainkan pilar penting dalam pemberdayaan masyarakat dan daya saing bangsa ke depan.
 
“Kalau ingin ekonomi kreatif tumbuh, kita harus mulai dari hal paling mendasar, mengakui bahwa kreativitas itu bernilai. Bahkan, ia adalah fondasi,” ucapnya.
 
Atas dasar itu, Cak Imin mengingatkan agar dukungan terhadap sektor kreatif terus diberikan. Bila tidak, sektor ini bisa mati dan merugikan masyarakat itu sendiri.
 
“Jangan bunuh kreativitas. Lindungi, fasilitasi, dan hargai. Karena dari situlah masa depan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat dibangun,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore