Ilustrasi mengedukasi anak tentang keuangan. (Pexels/Atlantic Ambience)
JawaPos.com - Di era modern yang penuh dengan kemudahan transaksi dan gaya hidup konsumtif, pemahaman tentang nilai uang menjadi salah satu keterampilan hidup yang sangat penting untuk diajarkan sejak dini.
Sayangnya, banyak orang tua yang masih menganggap bahwa edukasi finansial adalah hal yang bisa dipelajari anak saat dewasa.
Padahal menurut perspektif psikologi perkembangan, cara anak memandang uang sudah mulai terbentuk sejak usia dini melalui kebiasaan dan pola asuh di rumah.
Tanpa pemahaman yang tepat, anak berisiko tumbuh dengan pola pikir konsumtif, sulit mengelola keuangan, atau bahkan tidak memahami nilai kerja keras di balik setiap penghasilan.
Sebaliknya, anak yang dibekali edukasi finansial sejak kecil cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan, memiliki kontrol diri yang baik, serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih matang.
Edukasi tentang uang bukan hanya soal menghitung atau menabung, tetapi juga tentang membentuk sikap, nilai, dan kebiasaan yang sehat dalam mengelola sumber daya.
Proses ini tentu membutuhkan peran aktif orang tua sebagai pendidik utama dalam kehidupan anak.
