
Ilustrasi anak yang kehilangan ibunya. (Pexels/RDNE Stock project)
JawaPos.com - Kehilangan ibu merupakan salah satu pengalaman emosional paling mendalam yang dapat dialami setiap anak.
Namun bagi seorang anak perempuan, kehilangan ibu bisa menjadi hal yang lebih berat dan berlarut cukup panjang.
Apalagi ketika mengingat sosok ibu bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga menjadi tempat pertama untuk berbagi, belajar, dan merasakan kasih sayang tanpa syarat.
Ketika figur ini hilang, dampaknya tidak hanya terasa dalam waktu singkat, tetapi bisa berlangsung dalam jangka panjang, bahkan hingga bertahun-tahun.
Dalam perspektif psikologi, kehilangan ibu dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan anak perempuan, mulai dari kondisi emosional, cara membangun hubungan, hingga cara memandang dirinya sendiri.
Tidak jarang, perasaan kehilangan ini muncul berulang kali dalam kehidupan sehari-hari, dipicu oleh hal-hal sederhana seperti kenangan, momen penting, atau kebutuhan emosional yang tidak lagi terpenuhi.
Dilansir dari laman Your Tango, berikut adalah 11 emosi yang sering dirasakan anak perempuan ketika kehilangan ibunya, yang dalam banyak kasus bisa hadir hampir setiap hari.
1. Rasa Kehilangan yang Mendalam
Rasa kehilangan bukan sekadar kesedihan biasa, melainkan perasaan hampa yang sulit dijelaskan.
Anak perempuan yang kehilangan ibunya sering merasakan adanya “ruang kosong” dalam hidup yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun.
