
Ilustrasi seorang ibu dan anak laki-lakinya. (Pexels/www.kaboompics.com)
JawaPos.com - Dalam proses tumbuh kembang, tidak sedikit orang tua mulai merasakan perubahan sikap pada anak, khususnya anak laki-laki.
Anak yang dulunya terbuka, ekspresif, dan mudah bercerita, perlahan menjadi lebih pendiam, tertutup, bahkan cenderung menjaga jarak secara emosional.
Perubahan ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika orang tua merasa kehilangan kedekatan yang sebelumnya begitu kuat.
Dalam perspektif ilmu parenting dan psikologi perkembangan, kondisi ini bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa sebab.
Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi anak laki-laki menjadi enggan terbuka, mulai dari perubahan usia, tekanan sosial, hingga pola komunikasi di dalam keluarga.
Sayangnya, tanpa disadari, sikap orang tua sendiri juga dapat berkontribusi terhadap perubahan tersebut.
Alih-alih langsung menyalahkan anak atau memaksanya untuk bercerita, pendekatan terbaik justru dimulai dari refleksi diri.
Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, orang tua dapat memahami akar masalah sekaligus menemukan cara untuk membangun kembali kedekatan emosional dengan anak.
Dilansir dari laman Your Tango, berikut adalah 9 pertanyaan yang dapat membantu Anda memahami mengapa anak laki-laki Anda mulai enggan terbuka, menurut ilmu parenting.
