
Ilustrasi orangtua yang sedang mengasuh anak/freepik
JawaPos.Com - Tumbuh menjadi pribadi yang selalu mengiyakan permintaan orang lain sering kali dianggap sebagai sikap baik.
Sosok yang mudah membantu, sulit menolak, dan selalu ingin menyenangkan orang lain kerap dipuji sebagai pribadi yang ramah dan peduli. Namun, di balik sikap tersebut, tersimpan beban emosional yang tidak ringan.
Ketika seseorang tidak mampu berkata “tidak”, batasan dirinya menjadi kabur, kelelahan mental mudah datang, dan hubungan dengan orang lain pun bisa menjadi tidak seimbang.
Menariknya, kebiasaan ini sering kali tidak terbentuk secara tiba-tiba. Pola tersebut perlahan tumbuh sejak masa kecil, dipengaruhi oleh cara orang tua mendidik dan berinteraksi dengan anak.
Dilansir dari Yourtango, inilah tiga kebiasaan yang terlihat penuh kasih justru membentuk anak menjadi pribadi yang kesulitan menolak ketika dewasa.
1. Selalu Menuntut Anak untuk Menuruti Semua Perintah
Sejak kecil, banyak anak diajarkan untuk patuh kepada orang tua. Kepatuhan memang penting, tetapi ketika anak tidak pernah diberi ruang untuk mengungkapkan pendapat atau menolak, mereka akan terbiasa menekan keinginan sendiri.
Situasi ini sering terlihat dalam hal-hal sederhana. Ketika anak tidak ingin melakukan sesuatu, respons yang muncul justru berupa paksaan atau teguran keras.
Lama-kelamaan, anak belajar bahwa menolak berarti salah, tidak sopan, atau bahkan tidak disayang.
Tanpa disadari, pola ini membentuk keyakinan bahwa mengatakan “tidak” adalah sesuatu yang berbahaya.
