
Ilustrasi pulley yang digunakan di motor matic. (Yamaha Dela Group)
JawaPos.com – Van belt, atau yang lebih dikenal sebagai V-belt merupakan komponen penting yang ada di produk motor matic (Skutik) dan perlu perhatian khusus.
V-belt punya peran vital sebagai penghubung antara mesin dan roda untuk menggerakkan motor dari puli (pulley depan) ke puli belakang.
Karena vitalnya komponen, kerusakan di bagian ini harus kamu waspadai sebagai pengguna motor.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut tanda-tanda v-belt mu mengalami masalah dan perlu segera diganti. Jangan tunggu sampai putus.
Baca Juga:Rekomendasi 5 Motor Listrik dengan Performa Tangguh dan Hemat Biaya Operasional Terbaru 2026
Bunyi decitan dapat muncul pada bagian CVT (Continuously Variable Transmission) beberapa saat setelah motor terus bergerak.
Selain itu, ada gesekan antara v-belt motor dengan komponen CVT di dalamnya seperti pulley, maupun komponen lainnya seperti generator, alternator, kompresor, atau pompa air. Hasilnya, Suara yang muncul akan semakin bising.
Tarikan gas pada motor matic umumnya lebih responsif dan akselerasi motor lebih ringan. Ketika v-belt mulai bermasalah, tarikan gas akan menjadi lebih lambat dari biasanya.
Penyebabnya, karena v-belt yang kondisinya mulai aus tidak mampu memasok tenaga dari mesin roda belakang.
Tarikan gas pada motor matik bergantung pada elastisitas v-belt. Kondisi v-belt yang melar dan kendor menyebabkan tarikan tidak maksimal meski dibantu dengan RPM tertinggi.
Akibatnya, tenaga yang dikeluarkan untuk menggerakkan puli menjadi tidak efektif.
