Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2026, 21.08 WIB

Macet Bikin Mobil Cepat “Sakit”? Ini 6 Dampak Diam-Diam yang Jarang Disadari!

Kemacetan yang terjadi di exit Tol Parungkuda, Sukabumi. (Instagram: infojawabarat) - Image

Kemacetan yang terjadi di exit Tol Parungkuda, Sukabumi. (Instagram: infojawabarat)

JawaPos.com - Terjebak kemacetan bukan cuma bikin waktu terbuang, tapi juga diam-diam menggerus kesehatan mobil kamu. Saat kendaraan lebih sering berhenti daripada melaju, berbagai komponen di dalamnya dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak ideal.

Tanpa kamu sadari, kebiasaan menghadapi jalan padat setiap hari bisa memicu kerusakan perlahan, mulai dari suhu mesin yang meningkat, oli yang cepat rusak, hingga komponen vital yang aus lebih cepat.

Berikut 6 dampak yang bisa terjadi kalau mobil kamu terlalu sering “berjuang” di tengah macet seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Risiko Overheat Meningkat

Saat mobil melaju normal, udara yang masuk membantu mendinginkan radiator. Tapi ketika macet, aliran udara hampir tidak ada karena mobil hanya diam atau bergerak sangat pelan.

Meski kipas radiator tetap bekerja, pendinginan tidak maksimal. Akibatnya suhu mesin bisa terus naik tanpa kontrol yang baik. Kalau kamu melihat indikator suhu mendekati merah, itu tanda mesin sedang mengalami tekanan serius dan berisiko overheat.

2. Oli Mesin Cepat Menurun Kualitasnya

Suhu tinggi yang terus-menerus saat macet mempercepat proses oksidasi oli mesin. Oli yang seharusnya melumasi dengan baik jadi lebih kental dan tidak efektif.

Dalam kondisi ini, gesekan antar komponen logam meningkat dan bisa menimbulkan endapan kotoran di dalam mesin. Kalau dibiarkan, performa mesin akan turun dan risiko kerusakan jangka panjang makin besar.

3. Transmisi Lebih Cepat Aus

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore