Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan di Makassar, Kamis (2/4)/(Istimewa).
JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan pangan di daerah Indonesia Timur. Pengawasan dilakukan dengan memastikan setiap bahan pangan yang beredar, baik dari dalam maupun luar daerah, aman dan layak dikonsumsi sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami ingin memastikan bahwa rantai pasok Program MBG didukung oleh sistem pengawasan yang andal, sehingga setiap hidangan yang sampai ke masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga terjamin keamanannya,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan di Makassar, Kamis (2/4).
Lebih lanjut, Hida menekankan pentingnya kolaborasi teknis antara BGN dan unit pelaksana teknis karantina di daerah.
"Ramah tamah ini menjadi fondasi bagi koordinasi yang lebih erat ke depannya. Dengan sinergi yang baik, kita dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi risiko penyakit atau kontaminasi pada bahan pangan, menjaga kualitas konsumsi nasional tetap berada pada level optimal,” tambahnya.
Sebagai garda terdepan di wilayah Sulawesi, Balai Besar Karantina memegang peranan vital dalam melakukan pemeriksaan, pengujian standar, dan tindakan karantina terhadap berbagai komoditas pangan.
Kepala Balai Besar, Siti Chadijah, menyambut hangat kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen jajarannya dalam mengawal program prioritas pemerintah.
“Kami di Balai Besar siap memberikan dukungan penuh melalui layanan pengujian laboratorium yang presisi dan pengawasan ketat di lapangan. Kunjungan kerja ini memperkuat semangat kami untuk memastikan bahwa seluruh bahan pangan yang beredar, khususnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, dalam kondisi sehat, layak, dan bebas dari ancaman hama penyakit,” kata Siti Chadijah.
Pertemuan ini menjadi sinyal positif dimulainya kolaborasi intensif antara kedua lembaga dalam menjaga kedaulatan dan keamanan pangan bangsa dari hulu hingga ke hilir.