
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menindak tegas kendaraan sumbu tiga ke atas di Jalan Tol Pejagan, Jateng, pada Kamis (26/3). Kendaraan tersebut diminta putar balik. (Polri)
JawaPos.com - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bertindak tegas. Jenderal bintang dua Polri itu turun tangan secara langsung ke Jalan Tol Pejagan, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (26/3). Dia meminta kendaraan sumbu tiga putar balik. Tindakan tegas itu diambil sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) yang berlaku selama arus mudik dan balik tahun ini.
Tanpa kompromi, jenderal bintang dua Polri itu menindak tegas setiap kendaraan sumbu tiga ke atas untuk putar balik. Dia tegas menyampaikan bahwa langkah tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam SKB. Persisnya SKB tentang pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama angkutan lebaran.
Selain demi keamanan pemudik, Korlantas Polri juga menegakan aturan itu untuk kenyamanan masyarakat selama bepergian pada momen mudik dan balik. Tidak hanya kepada para sopir, Agus menekankan kembali agar para pengusaha logistik mematuhi aturan tersebut demi menjaga kelancaran arus balik. Dia memastikan penindakan terhadap pelanggaran terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
”Untuk mengurai kepadatan arus mudik dan balik, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga juga diberlakukan. Korlantas mengimbau para pengusaha logistik untuk mematuhi aturan tersebut, dan telah dilakukan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar demi mengutamakan kelancaran dan keselamatan pemudik,” kata Agus.
Dalam SKB yang sudah diterbitkan, Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang sejak 13 hingga 29 Maret 2026. Tujuannya tidak lain sebagai bagian dari ikhtiar pengamanan Lebaran. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurai lonjakan volume kendaraan yang signifikan selama periode mudik dan arus balik.
Untuk itu, meski Operasi Ketupat 2026 sudah resmi dihentikan, Korlantas Polri tetap menerapkan kebijakan tersebut. Sampai waktu yang sudah ditentukan, kendaraan barang dengan sumbu tiga ke atas tidak diperbolehkan melintas. Mengingat sampai hari ini arus balik masih terjadi. Bahkan puncak arus balik tahap kedua diprediksi akan terjadi pada Sabtu dan Minggu akhir pekan ini.
”Atas seizin bapak kapolri, Operasi Ketupat sudah selesai dilanjutkan kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan atau KRYD,” kata dia.
Agus memastikan, seluruh jajarannya terus memantau sepanjang Jalan Tol Trans Jawa. Berdasar data, proyeksi jumlah kendaraan selama arus balik mencapai angka 3,4 juta. Sejauh ini, Korlantas Polri menghitung masih tersisa 36 persen kendaraan yang belum balik. Dia pun tidak menampik kepadatan masih terlihat. Untuk itu, langkah tegas dilakukan dengan menegakan aturan dalam SKB.
”Jadi, kami masih melakukan langkah-langkah rekayasa, termasuk juga setelah di kilometer 70. Kami juga melakukan contra flow,” ujarnya.
Nama Penulis: SAHRUL YUNIZAR - synjawapos@gmail.com
