Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Maret 2026, 16.37 WIB

Polri sebut Operasi Ketupat 2026 Sukses, Korban Tewas Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran Turun 30,41 Persen

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Polri)

 

JawaPos.com - Korlantas Polri resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026. Pengamanan arus balik lebaran akan dialihkan menjadi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret.
 
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyimpulkan Operasi Ketupat tahun ini berjalan sukses. Polri mencatat angka fatalitas di jalan raya mengalami penurunan.
 
"Saya Kakorlantas Polri, atas seizin Bapak Kapolri malam ini secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026. Secara umum situasi kamtibmas selama perayaan Lebaran 2026 terjaga aman, tertib dan kondusif, tanpa kejadian menonjol," kata Agus, Kamis (26/3).
 
Agus menyampaikan, berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia (MD) selama periode mudik dan balik tahun ini mengalami penurunan signifikan.
 
"Jumlah fatalitas korban meninggal dunia mengalami penurunan 104 orang atau sebesar 30,41 persen. Di mana pada tahun 2026 tercatat sebanyak 238 orang, sementara pada tahun 2025 mencapai 342 orang," imbuhnya.
 
Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas juga menurun 5,31 persen atau berkurang 153 kejadian dibandingkan tahun lalu. Data ini menunjukan tren positif terhadap kondisi lalu lintas.
 
 
"Tahun 2026 ini terdapat 2.727 perkara kecelakaan, sementara tahun sebelumnya menyentuh angka 2.880 perkara. Selain itu, tahun ini juga tercatat nihil kecelakaan menonjol," jelasnya.
 
Meski Operasi Ketupat 2026 telah resmi ditutup, Irjen Agus memastikan Polri tetap menyiagakan personel di sepanjang jalur arus balik. Pengamanan akan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026 mendatang.
 
Penerapan KRYD oleh Kapolri diambil karena masih adanya sisa arus balik yang cukup besar menuju Jakarta. Tercatat lalu lintas kendaraan yang masuk ke Jakarta baru mencapai sekitar 57,71 persen dari proyeksi.
 
"Masih ada sisa arus balik sekitar 42,29 persen. Kami pastikan pengamanan tetap optimal agar setiap pemudik bisa kembali dengan selamat. Karena bagi kami, tugas ini adalah kehormatan untuk memastikan keselamatan masyarakat," pungkas Agus.
 
Polri menilai, turunnya angka kecelakaan lalu lintas merupakan dampak dari penerapan rekayasa lalu lintas seperti One Way Nasional hingga One Way Sepenggal Presisi. Selain itu, penggunaan teknologi modern seperti ETLE Patrol Presisi, Command Center Mobile, hingga Body Cam turut mendukung pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore