
Film Hostage’s Hero digarap sutradara Revo S. Ruhut, dibintangi aktor-aktor yang turut andil memperkuat cerita. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com–Film Hostage’s Hero siap meramaikan bioskop Tanah Air mulai Kamis (2/4). Diadaptasi dari kisah nyata operasi pembebasan 36 sandera kapal perang KRI Karel Satsuitubun-356 saat berada di Selat Malaka pada 2004.
Kala itu, operasi tersebut ada di bawah kepemimpinan Laksamana Madya TNI (Purn.) Achmad Taufiqoerrochman. Film Hostage’s Hero berfokus pada upaya Letkol Taufiq dalam merancang strategi pembebasan dari para perompak bersenjata.
Taufiq menceritakan, ide pembuatan film tersebut tercetus dari keinginan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. Dia dan Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana juga turut dilibatkan dalam penulisan skenario.
”Kasal menugaskan produser dan sutradara ke tempat saya, ke Sukabumi itu. Kemudian saya cerita melengkapi dari buku. Saya sendiri yang nulis dan diolah sama sutradara, lalu dibuat skrip,” kata Taufiq saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Meski mengandung unsur sejarah, Hostage’s Hero juga punya sisi drama yang kuat. Hal tersebut diusung agar cerita bisa dinikmati banyak orang yang tidak terlalu kaku alias membosankan.
”Kalau murni cerita saya kan dokumenter gitu, bukan lagi tontonan. Nanti adanya di museum saja, tapi karena untuk bioskop, saya serahkan ke insan perfilman. Saya kasih garis merahnya ini,” papar Taufiq.
Selain itu, dia juga memahami keinginan Kasal agar film Hostage’s Hero bisa menjadi tontonan yang mengedukasi sekaligus menghibur. ”Jadi, di film ini kami padukan bahasa operasi dengan bahasa sineas,” ujar Taufiq.
Film Hostage’s Hero digarap sutradara Revo S. Ruhut. Sederet aktor ternama turut andil memperkuat cerita lewat karakter-karakter yang dimainkan. Ada Donny Alamsyah, Rifky Balweel, Asri Welas, Bang Tigor, Aditya Herpavi, Chocky Sitohang, Ritassya Wellgreat, dan Brata Santoso.
