Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 April 2026, 01.45 WIB

7 Bahaya Memaklumi Belanja Impulsif sebagai Self Reward setelah Lelah Bekerja

Ilustrasi seorang perempuan yang belanja secara impulsif dengan alasan self reward. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang perempuan yang belanja secara impulsif dengan alasan self reward. (Freepik)

JawaPos.com-Setelah menjalani hari yang padat dan melelahkan, banyak orang merasa perlu memberi penghargaan pada diri sendiri. Salah satu cara yang kerap dipilih adalah dengan berbelanja, mulai dari membeli makanan, pakaian, hingga barang yang sebenarnya tidak direncanakan sejak awal.

Sekilas, kebiasaan ini terlihat wajar dan bahkan dianggap sebagai bentuk self reward. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa kontrol, perilaku tersebut justru dapat memicu belanja impulsif yang berpotensi mengganggu kondisi keuangan.

Mengutip laman Bank Mega Syariah, impulsive buying merupakan perilaku membeli barang atau jasa secara spontan tanpa perencanaan, yang umumnya dipicu oleh dorongan emosional. Jika tidak disadari sejak dini, kebiasaan ini bisa berkembang menjadi pola konsumsi yang sulit dikendalikan.

Berikut sejumlah bahaya memaklumi belanja impulsif dengan alasan self reward setelah kelelahan bekerja:

1. Mengaburkan batas kebutuhan dan keinginan

Keinginan untuk memberi penghargaan pada diri sendiri dapat membuat seseorang menjadi lebih permisif dalam berbelanja. Akibatnya, barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan terasa seolah penting untuk dimiliki. Jika terjadi berulang, batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi semakin kabur.

2. Memicu keputusan tanpa pertimbangan matang

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore