
Ilustrasi orang yang gemar rebahan dan bermalas-malasan. (Freepik)
JawaPos.com-Rasa malas kerap dianggap sebagai masalah disiplin atau kurangnya motivasi. Namun, dalam perspektif psikologi, kondisi ini tidak selalu sesederhana itu. Dalam situasi tertentu, kemalasan justru bisa menjadi bentuk mekanisme pertahanan diri terhadap tekanan emosional, terutama rasa takut gagal.
Konsep mekanisme pertahanan diri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud melalui teori psikoanalisis. Ia menjelaskan bahwa individu secara tidak sadar dapat mengembangkan cara-cara tertentu untuk melindungi diri dari kecemasan atau perasaan tidak nyaman.
Dalam praktiknya, mekanisme ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, termasuk perilaku menunda atau menghindari sesuatu yang dianggap berisiko. Mengacu pada penjelasan dari Halodoc, respons ini bekerja otomatis untuk menjaga stabilitas emosional seseorang, meski terkadang berdampak pada produktivitas.
Berikut lima tanda bahwa rasa malas yang dialami bisa jadi merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri dari rasa takut gagal:
1. Menunda Memulai Hal Penting Tanpa Alasan Jelas
Tugas atau rencana sudah diketahui, tetapi terus ditunda tanpa alasan yang kuat. Penundaan ini terjadi berulang dan sulit dihentikan. Kondisi ini bisa menjadi cara untuk menghindari kemungkinan hasil yang tidak sesuai harapan.
2. Lebih Memilih Aktivitas yang Aman dan Ringan
