
seseorang yang menikmati kunjungan ke orang tua (Freepik/zinkevych)
JawaPos.com - Mengunjungi orang tua yang sudah lanjut usia sering kali dipandang sebagai kewajiban moral. Namun, bagi sebagian anak dewasa, momen ini justru menjadi pengalaman yang hangat, menyenangkan, dan penuh makna. Mereka tidak datang dengan perasaan terpaksa, melainkan dengan keinginan tulus untuk hadir, berbagi waktu, dan menikmati kebersamaan.
Menariknya, menurut perspektif psikologi, ada pola pengalaman tertentu yang biasanya dimiliki oleh anak-anak dewasa yang benar-benar menikmati kunjungan tersebut. Pengalaman ini terbentuk dari hubungan emosional, cara pandang, hingga proses pendewasaan diri.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (30/3), terdapat tujuh pengalaman yang umumnya mereka miliki:
1. Mereka Pernah Mengalami Kedekatan Emosional yang Konsisten Sejak Dulu
Anak-anak dewasa yang menikmati waktu bersama orang tua biasanya tumbuh dalam hubungan yang relatif hangat dan stabil. Kedekatan ini tidak harus sempurna, tetapi cukup untuk membangun rasa aman.
Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan secure attachment—ikatan emosional yang membuat seseorang merasa nyaman dalam hubungan. Karena fondasi ini sudah terbentuk sejak lama, kunjungan ke orang tua terasa seperti “pulang” secara emosional, bukan sekadar formalitas.
2. Mereka Sudah Berdamai dengan Masa Lalu
Tidak semua hubungan orang tua dan anak berjalan mulus. Namun, individu yang menikmati kunjungan biasanya telah melalui proses refleksi dan penerimaan.
Mereka mungkin pernah terluka, kecewa, atau berbeda pendapat, tetapi sudah tidak lagi membawa beban emosi negatif secara intens. Psikologi menyebut proses ini sebagai emotional resolution—kemampuan untuk menerima masa lalu tanpa terus terjebak di dalamnya.
