Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 23.51 WIB

Investor Pemula Wajib Waspada, ini Cara Baru Lindungi Diri di Perdagangan Derivatif Kripto

Ilustrasi harga Bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi harga Bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com - Perdagangan derivatif kripto kini tengah naik daun di Indonesia. Jenis investasi ini menawarkan potensi keuntungan tinggi lewat sistem leverage, yaitu kemampuan memperbanyak nilai transaksi dengan modal kecil. 

Namun, di balik peluang itu, risiko kerugian yang ditanggung investor juga berlipat ganda, bahkan bisa kehilangan seluruh modal hanya dalam hitungan detik ketika harga aset bergerak berlawanan arah.

Tak sedikit trader pemula yang tergoda iming-iming 'cuan cepat' tanpa memahami bahwa derivatif kripto adalah instrumen berisiko tinggi. Leverage yang besar memperbesar peluang untung, tapi juga memperbesar potensi rugi. 

Tanpa strategi manajemen risiko yang matang, volatilitas ekstrem pasar kripto bisa menjadi jebakan yang fatal. Karena itu, perlindungan dan kontrol risiko menjadi kebutuhan mendesak bagi siapa pun yang mulai terjun ke perdagangan derivatif.

Melihat kondisi ini, Pintu Futures, salah satu platform derivatif kripto di Indonesia, menghadirkan dua fitur baru yang berfokus pada keamanan pengguna: Adjustable Leverage dan Initial Margin Buffer. 

Kedua fitur tersebut dirancang untuk membantu trader mengendalikan risiko, memberikan fleksibilitas lebih besar, dan mencegah likuidasi yang kerap menghantui trader pemula saat pasar bergerak liar.

“Kami ingin pengguna, terutama pemula, bisa bertransaksi dengan lebih aman. Adjustable Leverage memberi fleksibilitas mengatur leverage dari 1x hingga 25x sesuai toleransi risiko, sedangkan Initial Margin Buffer membantu mencegah likuidasi berlebihan,” ujar Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, dalam keterangan resminya.

Fitur Adjustable Leverage memungkinkan trader menyesuaikan tingkat pinjaman modal (leverage) yang digunakan dalam transaksi. Dengan demikian, pengguna tak harus selalu mengambil risiko tinggi hanya demi keuntungan besar. 

Sementara Initial Margin Buffer secara otomatis menambah cadangan margin saat posisi trading terbuka, sehingga peluang likuidasi saat pasar turun mendadak bisa ditekan.

Langkah Pintu Futures ini muncul di tengah tren meningkatnya minat terhadap perdagangan derivatif kripto di tanah air. Berdasarkan data Bursa Kripto CFX, nilai transaksi derivatif kripto di Indonesia sepanjang September 2024–September 2025 mencapai Rp 73,8 triliun, dengan kontrak BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, dan SOLUSDT-PERP menjadi yang paling aktif diperdagangkan.

Namun, tingginya volume transaksi juga diiringi risiko yang besar. Leverage yang terlalu tinggi, tanpa pemahaman memadai, bisa membuat investor kehilangan seluruh modal hanya dalam hitungan detik.

“Derivatif kripto bukan untuk semua orang. Penting memahami dasar-dasar trading dan manajemen risiko sebelum terjun. Gunakan uang dingin dan jangan tergiur keuntungan instan,” tegas Iskandar.

Sebagai bentuk edukasi, aplikasi PINTU juga menyediakan materi pembelajaran gratis seputar derivatif kripto melalui Pintu Academy dan kanal media sosialnya.

Dengan fitur proteksi baru dan edukasi berkelanjutan, langkah Pintu Futures ini sekaligus menegaskan pentingnya keamanan dan literasi keuangan digital di tengah maraknya minat masyarakat terhadap aset kripto berisiko tinggi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore