
Ilustrasi seseorang yang menunjukkan tanda-tanda penuaan dini akibat kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat. (Freepik)
JawaPos.com – Dokter spesialis kulit dan kelamin, R Amanda Sumantri, mengingatkan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit.
Selain berdampak pada penampilan, paparan UV juga berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker kulit.
“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” ujar Amanda, yang berpraktik di RS Premier Bintaro.
Ia menjelaskan penuaan dini umumnya muncul pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, punggung tangan, lengan, kaki, dan dada bagian atas.
Adapun ciri-cirinya antara lain muncul pembuluh darah laba-laba di hidung, pipi, dan leher, hilangnya elastisitas kulit, hingga bertambahnya garis halus serta kerutan di sekitar mata dan mulut.
Selain itu, paparan UV juga dapat menyebabkan bercak merah kasar dan bersisik (keratosis aktinik), perubahan pigmen seperti melasma, bintik penuaan, hingga muncul bercak putih di lengan, kaki, serta punggung tangan.
Baca Juga:SPF 30 vs SPF 50: Mana Sunscreen yang Benar-Benar Melindungi Kulit dari Sinar UV Setiap Hari
Menurut Amanda, kondisi tersebut juga dapat membuat warna dan tekstur kulit menjadi tidak merata serta memicu penipisan kulit.
Ia menyarankan pencegahan dilakukan dengan memakai tabir surya ber-SPF tinggi dan antiair setiap hari, terutama pada area kulit yang tidak tertutup pakaian, serta mengaplikasikan ulang setiap dua jam sekali.
Langkah lain adalah menggunakan topi lebar, kacamata hitam dengan perlindungan sinar UV, serta pakaian berlengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan.
“Menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 10 pagi sampai 4 sore juga dapat membantu mengurangi risiko,” ujarnya.
