Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2026, 17.46 WIB

Jika Anda Ingin Tetap Bugar Secara Fisik Setelah Usia 60 Tahun, Ucapkan Selamat Tinggal pada 9 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tetap bugar secara fisik./Freepik/freepik - Image

seseorang yang tetap bugar secara fisik./Freepik/freepik

JawaPos.com - Memasuki usia 60 tahun sering kali dianggap sebagai “titik menurun” bagi kesehatan fisik.

Banyak orang mulai menerima rasa pegal, cepat lelah, atau menurunnya stamina sebagai sesuatu yang wajar dan tak terhindarkan.

Padahal, menurut psikologi kesehatan, penuaan fisik tidak hanya ditentukan oleh faktor biologis, tetapi sangat dipengaruhi oleh kebiasaan mental dan perilaku sehari-hari yang kita pelihara selama bertahun-tahun.

Tanpa disadari, ada kebiasaan tertentu yang tampak sepele namun perlahan menggerogoti kekuatan tubuh, mempercepat penurunan fisik, dan membuat usia lanjut terasa lebih berat dari seharusnya.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (9/1), jika Anda ingin tetap bugar, mandiri, dan menikmati hidup dengan tubuh yang lebih kuat setelah usia 60 tahun, inilah 9 kebiasaan yang sebaiknya mulai Anda tinggalkan—menurut sudut pandang psikologi.

1. Terlalu Sering Duduk dan Minim Gerak

Psikologi perilaku menyebutkan bahwa kebiasaan pasif yang dilakukan terus-menerus akan “dipelajari” oleh tubuh. Terlalu banyak duduk membuat otot, sendi, dan sistem metabolisme masuk ke mode hemat energi. Akibatnya, kekuatan otot menurun lebih cepat, keseimbangan memburuk, dan tubuh menjadi kaku.

Masalahnya bukan pada usia, melainkan pada pola hidup. Bahkan aktivitas ringan seperti berjalan kaki, meregangkan tubuh, atau berdiri secara berkala sudah cukup memberi sinyal positif pada otak dan tubuh untuk tetap aktif.

2. Menganggap Rasa Sakit sebagai Hal yang Wajar dan Tak Bisa Diubah

Banyak orang di atas 60 tahun berkata, “Wajar, namanya juga sudah tua.” Secara psikologis, keyakinan ini berbahaya. Saat seseorang meyakini rasa nyeri sebagai sesuatu yang tak terhindarkan, otak akan menurunkan motivasi untuk bergerak, berolahraga, atau mencari solusi.

Padahal, banyak nyeri justru memburuk karena kurang gerak, stres, dan pola pikir pasrah. Mengubah cara berpikir sering kali menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi fisik.

3. Kurang Tidur dan Mengabaikan Kualitas Istirahat

Tidur bukan hanya soal istirahat fisik, tetapi juga pemulihan mental dan saraf. Psikologi kesehatan menunjukkan bahwa kurang tidur kronis dapat mempercepat penurunan massa otot, melemahkan sistem imun, dan meningkatkan peradangan dalam tubuh.

Di usia lanjut, tidur berkualitas menjadi semakin penting. Mengabaikannya sama saja dengan membiarkan tubuh kehilangan kesempatan alaminya untuk memperbaiki diri.

4. Terlalu Bergantung pada Obat tanpa Mengubah Gaya Hidup

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore