
Ilustrasi seseorang yang terlihat percaya diri / Freepik
JawaPos.com - Percaya diri bukan sekadar soal bagaimana seseorang terlihat dari luar, tetapi lebih dalam—tercermin dari cara berbicara, memilih kata, dan mengekspresikan pikiran. Dalam psikologi, bahasa yang kita gunakan mencerminkan kondisi mental dan keyakinan diri kita.
Orang yang benar-benar percaya diri tidak selalu paling keras suaranya atau paling dominan. Justru, mereka cenderung tenang, jelas, dan tegas. Sebaliknya, orang yang kurang percaya diri sering menghindari frasa tertentu karena takut dinilai, ditolak, atau dianggap salah.
Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (2/4), terdapat 7 frasa yang umumnya hanya diucapkan oleh orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi:
1. “Saya tidak tahu, tapi saya akan mencari tahu.”
Orang yang tidak percaya diri cenderung takut terlihat bodoh, sehingga mereka bisa saja berpura-pura tahu atau menghindari menjawab.
Sebaliknya, orang percaya diri:
Tidak merasa harga dirinya terganggu karena tidak tahu sesuatu
Melihat ketidaktahuan sebagai kesempatan belajar
Nyaman dengan ketidakpastian
Dalam psikologi, ini menunjukkan growth mindset—keyakinan bahwa kemampuan bisa berkembang.
2. “Saya tidak setuju.”
Frasa ini sering dihindari karena banyak orang takut konflik atau penolakan.
Namun orang yang percaya diri:
Berani menyuarakan pendapat berbeda
Tidak bergantung pada persetujuan orang lain
Tetap menghargai orang lain meski berbeda pandangan
Mereka memahami bahwa perbedaan pendapat bukan ancaman, melainkan hal yang normal.
3. “Tolong jelaskan lebih lanjut.”
Orang yang kurang percaya diri sering diam karena takut terlihat tidak paham.
Sebaliknya, orang percaya diri:
Tidak ragu meminta klarifikasi
Mengutamakan pemahaman daripada gengsi
Aktif dalam komunikasi
Ini menunjukkan assertiveness—kemampuan menyampaikan kebutuhan dengan jelas tanpa agresif.
4. “Saya membuat kesalahan.”
Mengakui kesalahan adalah hal yang sulit bagi banyak orang.
Namun orang yang benar-benar percaya diri:
Tidak merasa runtuh karena kesalahan
Bertanggung jawab tanpa menyalahkan orang lain
Fokus pada solusi, bukan pembenaran
Secara psikologis, ini berkaitan dengan self-acceptance yang kuat.
5. “Saya butuh bantuan.”
Orang yang tidak percaya diri sering merasa harus bisa semuanya sendiri agar terlihat kompeten.
Padahal, orang percaya diri:
Tahu batas kemampuan diri
Tidak melihat meminta bantuan sebagai kelemahan
Menghargai kolaborasi
Ini menunjukkan keamanan emosional dan kepercayaan diri yang sehat.
6. “Saya bangga dengan diri saya.”
Banyak orang merasa tidak nyaman mengucapkan ini karena takut dianggap sombong.
Namun orang yang percaya diri:
Mengakui pencapaian mereka
Memiliki hubungan yang sehat dengan diri sendiri
Tidak bergantung pada validasi eksternal
Dalam psikologi, ini terkait dengan self-worth yang stabil.
7. “Tidak.”
Ini mungkin frasa paling sederhana—dan paling sulit.
Orang yang tidak percaya diri sering:
Sulit menolak
Takut mengecewakan orang lain
Mengorbankan diri sendiri
Sedangkan orang percaya diri:
Menetapkan batasan yang jelas
Menghargai waktu dan energi mereka
Tidak merasa bersalah karena berkata “tidak”
Ini adalah inti dari boundary setting yang sehat.
Penutup
Kepercayaan diri bukan sesuatu yang muncul secara instan, tetapi dibangun melalui kebiasaan kecil—termasuk cara kita berbicara. Frasa-frasa di atas bukan sekadar kata-kata, melainkan cerminan dari pola pikir yang sehat, penerimaan diri, dan keberanian untuk menjadi autentik.
