Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2026, 13.40 WIB

Simak 7 Kebiasaan Orang yang Sering Mengalami Kecemasan di Malam Hari, Bisa Mengganggu Pola Tidur

7 Kebiasaan Orang yang Sering Mengalami Kecemasan di Malam Hari, Menurut Psikologi (freepik)

JawaPos.com - Merasa cemas saat malam hari tiba adalah pengalaman yang umum. Banyak orang berjuang dengan pikiran yang gelisah sebelum tidur, membuat mereka kesulitan untuk beristirahat dengan nyenyak.

 
Sebagai seseorang yang tertarik dengan psikologi dan sering mengalami malam-malam tanpa tidur, saya menyadari ada beberapa kebiasaan yang sering dilakukan oleh mereka yang mengalami kecemasan malam hari. 
 
Psikologi menunjukkan bahwa perilaku-perilaku ini bisa memperburuk kekhawatiran dan menghambat tidur yang berkualitas.
 
Meskipun memahami kebiasaan ini bukanlah solusi instan, mengenalinya dapat menjadi langkah awal untuk mengatasinya. 
 
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, kita akan membahas tujuh kebiasaan umum yang sering muncul pada orang yang merasa cemas di malam hari. 
 
Dengan memahami pola ini, kita bisa mulai mencari cara untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur.
 
1. Terlalu Banyak Berpikir Sebelum Tidur
 
Malam hari sering menjadi waktu di mana pikiran kita melaju cepat, mengingat kembali kejadian hari itu dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan masa depan. Jika Anda sering mengalami ini, Anda tidak sendirian.
 
Dalam psikologi, ini disebut sebagai pemikiran ruminatif, di mana seseorang terus-menerus memikirkan hal-hal negatif atau menyedihkan. 
 
Mengenali kebiasaan ini adalah langkah awal untuk menguranginya. Cobalah mengalihkan pikiran Anda ke hal-hal yang lebih menenangkan sebelum tidur. 
 
Meskipun tidak mudah, dengan latihan, Anda bisa menciptakan suasana yang lebih damai saat beristirahat.
 
2. Ritual Malam yang Dipenuhi Kekhawatiran
 
Alih-alih bersantai sebelum tidur, sebagian orang justru tenggelam dalam kekhawatiran, memeriksa pintu berkali-kali, mengingat kembali daftar tugas esok hari, atau merasa gelisah saat melihat email kerja yang masuk.
 
Psikolog Carl Jung mengatakan bahwa semakin kita menekan kekhawatiran, semakin kuat pengaruhnya terhadap diri kita. 
 
Jadi, daripada terus mengulang ritual kecemasan ini, coba tanyakan pada diri sendiri, "Apakah ini benar-benar perlu, atau hanya rasa cemas saya yang mengambil alih?" 
 
Dengan menyadari pola ini, Anda bisa mulai mengelola kecemasan dan mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.
 
3. Menunda Waktu Tidur
 
Pernahkah Anda merasa lelah tetapi tetap menunda tidur dengan menggulir media sosial atau menonton film? Ini adalah kebiasaan umum bagi orang yang mengalami kecemasan malam hari. 
 
Mereka cenderung menghindari keheningan dan mencoba mengalihkan perhatian dari pikiran mereka sendiri.
 
Psikolog Albert Ellis menekankan pentingnya kegigihan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam membangun kebiasaan tidur yang sehat. 
 
Dengan menyadari bahwa Anda sering menghindari tidur, Anda bisa mulai membuat pilihan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas istirahat Anda.
 
4. Konsumsi Kafein di Sore Hari
 
Banyak orang mengandalkan kafein untuk tetap produktif, tetapi mengonsumsinya terlalu sore dapat mengganggu tidur dan meningkatkan kecemasan. 
 
Sebuah penelitian di Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa kafein yang dikonsumsi bahkan enam jam sebelum tidur masih bisa berdampak buruk pada kualitas tidur.
 
Jika Anda mengalami kecemasan di malam hari, pertimbangkan untuk membatasi konsumsi kafein di sore hari atau beralih ke minuman bebas kafein. Perubahan kecil ini bisa berdampak besar pada kesehatan tidur Anda.
 
5. Terlalu Lama Berbaring di Tempat Tidur Saat Terjaga
 
Banyak orang yang sulit tidur tetap berbaring di tempat tidur dengan harapan mereka akhirnya akan terlelap. Namun, hal ini justru bisa menciptakan asosiasi negatif antara tempat tidur dan perasaan terjaga, yang semakin memperburuk kecemasan.
 
Psikolog William James mengatakan bahwa salah satu cara terbaik untuk melawan stres adalah dengan mengendalikan pikiran kita. 
 
Jika Anda tidak bisa tidur dalam waktu lama, cobalah bangun dan melakukan aktivitas santai, seperti membaca buku atau mendengarkan musik, lalu kembali ke tempat tidur ketika merasa mengantuk.
 
6. Terlalu Terobsesi dengan Tidur
 
Meskipun tidur sangat penting untuk kesehatan, terlalu fokus pada mendapatkan tidur yang sempurna justru dapat menjadi sumber kecemasan.
 
Ketika seseorang terlalu khawatir tentang jumlah jam tidurnya, tekanan ini bisa membuat mereka semakin sulit tidur.
 
Psikolog Abraham Maslow mengatakan bahwa perubahan besar dalam hidup dimulai dari perubahan cara kita memandang diri sendiri. 
 
Jika Anda bisa melihat tidur sebagai sesuatu yang alami dan tidak memaksakan diri untuk tidur nyenyak setiap malam, kecemasan Anda bisa berkurang secara perlahan.
 
7. Kurangnya Aktivitas Fisik
 
Kurangnya olahraga tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga bisa meningkatkan kecemasan dan mengganggu kualitas tidur. 
 
Aktivitas fisik terbukti membantu menenangkan pikiran dan membuat tubuh lebih siap untuk beristirahat.
 
BF Skinner, seorang ahli psikologi perilaku, mengatakan bahwa kegagalan bukanlah kesalahan, melainkan hasil terbaik dalam situasi tertentu. 
 
Jadi, jika Anda merasa gelisah di malam hari, cobalah untuk mulai rutin berolahraga, bahkan hanya dengan berjalan kaki selama beberapa menit setiap hari.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore