
seseorang yang tidak tidak merayakan ulang tahun. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, ulang tahun adalah momen spesial—hari untuk merayakan diri, menerima perhatian, dan merasa dihargai. Namun, tidak semua orang merasakan hal yang sama. Ada individu yang justru memilih untuk mengabaikan, menyembunyikan, atau bahkan tidak nyaman dengan perayaan ulang tahun mereka sendiri saat dewasa.
Fenomena ini bukan sekadar “tidak suka pesta” atau “tidak penting bagiku.” Dalam banyak kasus, psikologi menunjukkan bahwa sikap ini berakar dari pengalaman masa kecil yang membentuk cara seseorang memandang diri, perhatian, dan makna perayaan.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (31/3), terdapat 8 pengalaman masa kecil yang sering dimiliki oleh orang yang tidak merayakan ulang tahun mereka saat dewasa:
1. Ulang Tahun yang Sering Diabaikan
Sebagian orang tumbuh dalam lingkungan di mana ulang tahun bukanlah sesuatu yang dianggap penting. Mungkin orang tua terlalu sibuk, kondisi ekonomi terbatas, atau budaya keluarga memang tidak menekankan perayaan.
Akibatnya, anak belajar bahwa ulang tahun hanyalah hari biasa. Ketika dewasa, mereka tidak melihat alasan untuk merayakannya karena sejak awal tidak pernah memiliki pengalaman emosional yang bermakna terkait hari tersebut.
2. Kurangnya Validasi Emosional
Anak-anak membutuhkan pengakuan untuk merasa bahwa mereka berarti. Ulang tahun sering menjadi salah satu momen penting untuk itu.
Namun, jika seseorang tumbuh tanpa validasi emosional—jarang dipuji, dirayakan, atau diperhatikan—mereka bisa mengembangkan keyakinan bahwa diri mereka tidak layak dirayakan. Saat dewasa, perayaan ulang tahun justru terasa canggung atau bahkan tidak pantas.
3. Pengalaman Negatif di Hari Ulang Tahun
