Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Maret 2026, 19.59 WIB

Orang yang Mengatakan “Saya Lebih Suka Sendirian” tetapi Merasa Hampa di Dalam Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lebih suka sendirian (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang lebih suka sendirian (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Di era modern yang serba cepat dan penuh distraksi, semakin banyak orang yang mengaku lebih nyaman menyendiri. Kalimat seperti “Saya lebih suka sendiri” sering terdengar sebagai bentuk kemandirian atau ketenangan batin. Namun, dalam banyak kasus, pernyataan ini tidak selalu mencerminkan kondisi emosional yang sebenarnya.

Psikologi menunjukkan bahwa sebagian orang yang memilih kesendirian sebenarnya tidak benar-benar menikmati keadaan tersebut. Di balik sikap yang tampak tenang dan tertutup, mereka bisa menyimpan perasaan hampa, kesepian, atau bahkan keterasingan yang mendalam.

Lalu, bagaimana kita mengenali tanda-tandanya?

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (31/3), terdapat 8 perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang yang mengatakan mereka lebih suka sendirian, tetapi sebenarnya merasa kosong di dalam.

1. Menghindari Interaksi Sosial Secara Berlebihan

Menyendiri sesekali adalah hal yang sehat. Namun, jika seseorang secara konsisten menghindari interaksi sosial—bahkan dengan orang-orang terdekat—ini bisa menjadi tanda adanya masalah emosional.

Alih-alih merasa damai, mereka justru merasa cemas, lelah, atau tidak nyaman saat harus bersosialisasi. Kesendirian menjadi “pelarian”, bukan pilihan yang benar-benar disukai.

2. Merasa Kosong Meskipun Tidak Sedang Sendirian

Ironisnya, orang seperti ini bisa tetap merasa hampa bahkan ketika berada di tengah keramaian.

Mereka mungkin tertawa, berbicara, dan tampak baik-baik saja, tetapi di dalam hati ada perasaan kosong yang sulit dijelaskan. Ini sering berkaitan dengan kurangnya koneksi emosional yang mendalam dengan orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore