
Ilustrasi Melamun Akibat Stres / unsplash
JawaPos.com - Disosiasi sering kali disalahartikan sebagai sekadar “melamun biasa”. Padahal, dalam psikologi, disosiasi adalah mekanisme pertahanan diri ketika seseorang secara tidak sadar melepaskan diri dari realitas untuk menghindari rasa sakit emosional atau fisik yang terlalu berat.
Kondisi ini bisa muncul saat seseorang mengalami stres ekstrem, trauma, atau tekanan emosional yang kuat. Akibatnya, seseorang bisa merasa seperti “tidak berada di dalam tubuhnya”, kehilangan fokus, bahkan kehilangan kesadaran waktu.
Kabar baiknya, bersumber dari yourtango.com ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu Anda kembali ke kondisi sadar dan menghentikan disosiasi tersebut.
1. Memberikan pelukan satu tangan pada diri sendiri
Teknik ini terlihat sederhana, tetapi sangat efektif untuk memberikan rasa aman pada tubuh.
Disosiasi sering terbentuk sejak lama sebagai respons terhadap trauma, di mana seseorang “mematikan” perasaan agar tidak merasakan sakit. Dengan memeluk diri sendiri (misalnya menyilangkan tangan dan menyentuh bahu), Anda mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda aman saat ini.
Cara ini membantu Anda “kembali” ke tubuh dan mengurangi perasaan terlepas dari realitas.
2. Mengucapkan kata menenangkan dengan dua suku kata
Menggunakan kata sederhana seperti “tenang”, “aman”, atau bahkan kata netral seperti “apel” dapat membantu mengalihkan pikiran dari kondisi stres.
Saat Anda mengulang kata tersebut dalam pikiran (atau secara pelan dengan suara), otak akan memiliki fokus baru. Ini membantu menghentikan pikiran yang “melayang” dan mengembalikan kesadaran ke saat ini.
