Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 13.47 WIB

Perempuan yang Tampak Bahagia, Tapi Diam-Diam Kekurangan Kasih Sayang: 8 Perilaku ini Sering Muncul Menurut Psikologi

seseorang yang tampak bahagia padahal kurang kasih sayang / freepik

JawaPos.com - Di kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu perempuan yang terlihat ceria, ramah, penuh energi, dan seolah tidak memiliki masalah berarti. Senyumnya tulus, tawanya lepas, dan kehadirannya membawa suasana hangat bagi orang di sekitarnya. Namun, tidak semua kebahagiaan yang terlihat di permukaan mencerminkan kondisi hati yang sebenarnya.

Dalam psikologi, ada fenomena di mana seseorang—termasuk perempuan—menyembunyikan kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, khususnya kasih sayang. Kekurangan afeksi ini bisa berasal dari masa kecil, hubungan keluarga, atau pengalaman relasi yang kurang sehat. Akibatnya, mereka mengembangkan pola perilaku tertentu sebagai mekanisme bertahan (coping mechanism).

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (26/3), terdapat 8 perilaku yang sering ditunjukkan oleh perempuan yang tampak bahagia di luar, tetapi sebenarnya kekurangan kasih sayang di dalam:

1. Terlalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain (People Pleaser)

Perempuan seperti ini cenderung selalu ingin membuat orang lain bahagia, bahkan dengan mengorbankan dirinya sendiri. Ia sulit mengatakan “tidak”, takut mengecewakan, dan merasa nilai dirinya bergantung pada penerimaan orang lain.

Secara psikologis, ini sering berakar dari kebutuhan akan validasi dan kasih sayang yang tidak terpenuhi. Dengan menyenangkan orang lain, ia berharap mendapatkan cinta yang selama ini kurang ia rasakan.

2. Tampak Kuat, Tapi Sulit Membuka Diri

Di luar, ia terlihat mandiri dan tangguh. Namun, di dalam, ia menyimpan banyak perasaan yang tidak pernah benar-benar ia bagikan.

Ia mungkin merasa:

Tidak ada yang benar-benar akan mengerti
Takut dianggap lemah
Pernah dikecewakan saat mencoba terbuka

Akibatnya, ia memilih memendam segalanya sendiri.

3. Ketergantungan Emosional dalam Hubungan

Meski tampak mandiri, dalam hubungan dekat ia bisa menjadi sangat bergantung secara emosional. Ia mungkin:

Takut ditinggalkan
Mudah cemburu atau overthinking
Membutuhkan reassurance terus-menerus

Ini terjadi karena ada “kekosongan emosional” yang ingin ia isi melalui orang lain.

4. Selalu Terlihat Bahagia (Overcompensating)

Ia sering tersenyum, bercanda, dan terlihat ceria—bahkan dalam situasi sulit. Ini bukan berarti kebahagiaannya palsu, tetapi sering kali menjadi cara untuk menutupi luka batin.

Dalam psikologi, ini disebut sebagai bentuk overcompensation, yaitu menampilkan emosi positif berlebihan untuk menutupi emosi negatif yang tidak terselesaikan.

5. Sulit Menerima Kasih Sayang

Ironisnya, ketika benar-benar mendapatkan perhatian atau cinta, ia justru merasa tidak nyaman. Ia bisa:

Merasa tidak pantas dicintai
Curiga terhadap niat orang lain
Menarik diri saat hubungan mulai serius

Ini karena secara tidak sadar ia belum terbiasa menerima kasih sayang secara sehat.

6. Perfeksionis dan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Ia sering menetapkan standar yang sangat tinggi untuk dirinya. Kesalahan kecil bisa membuatnya merasa gagal besar.

Di balik ini, ada kebutuhan untuk “layak dicintai”. Ia percaya bahwa ia harus sempurna agar bisa diterima dan disayangi.

7. Sering Merasa Kesepian, Meski Tidak Sendirian

Ia bisa berada di tengah banyak orang, punya teman, bahkan pasangan—tetapi tetap merasa kosong dan kesepian.

Kesepian ini bukan karena kurangnya interaksi sosial, melainkan kurangnya koneksi emosional yang mendalam dan tulus.

8. Memberi Terlalu Banyak, Tapi Sulit Meminta

Perempuan ini biasanya sangat perhatian dan penuh kasih kepada orang lain. Ia mudah memberi—waktu, energi, bahkan cinta.

Namun, ketika ia sendiri membutuhkan, ia justru:

Enggan meminta
Takut merepotkan
Merasa kebutuhannya tidak penting

Ini mencerminkan pola lama di mana kebutuhannya tidak pernah benar-benar diprioritaskan.

Penutup

Penting untuk dipahami bahwa perilaku-perilaku ini bukanlah kelemahan, melainkan bentuk adaptasi dari seseorang yang berusaha bertahan dalam kekurangan emosional yang ia alami.

Jika kamu mengenali diri sendiri dalam beberapa poin di atas, itu bukan berarti ada yang “salah” denganmu. Justru itu adalah langkah awal untuk memahami diri lebih dalam.

Kasih sayang bukan hanya sesuatu yang kita cari dari orang lain—tetapi juga sesuatu yang perlu kita bangun untuk diri sendiri. Melalui kesadaran, refleksi, dan mungkin bantuan profesional, luka-luka emosional bisa perlahan disembuhkan.

Karena pada akhirnya, setiap orang—termasuk kamu—layak dicintai dengan utuh, tanpa harus berpura-pura bahagia terlebih dahulu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore