Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Maret 2026, 22.13 WIB

Orang yang Tidak Bisa Fokus pada Satu Hal, Biasanya Mengembangkan 7 Kepribadian yang Sering Dimiliki Menurut Psikologi

seseorang yang tidak bisa fokus pada satu hal. (Freepik/thanyakij-12) - Image

seseorang yang tidak bisa fokus pada satu hal. (Freepik/thanyakij-12)


JawaPos.com - Di era modern yang serba cepat, kemampuan untuk fokus pada satu hal menjadi semakin langka. Banyak orang merasa sulit untuk menyelesaikan satu tugas tanpa terdistraksi oleh hal lain—mulai dari notifikasi ponsel, pikiran yang melompat-lompat, hingga dorongan untuk melakukan banyak hal sekaligus.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep multitasking, yaitu kecenderungan seseorang untuk mengerjakan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Namun, menurut psikologi, otak manusia sebenarnya tidak benar-benar multitasking—melainkan berpindah dengan cepat dari satu tugas ke tugas lain. Inilah yang sering membuat fokus menjadi terpecah.

Menariknya, orang yang sulit melakukan satu hal dalam satu waktu biasanya memiliki pola kepribadian tertentu. Dilansir dari Geediting, terdapat 7 tipe kepribadian yang sering ditemukan:

1. Si Pencari Stimulus (High Stimulation Seeker)


Orang dengan tipe ini selalu membutuhkan rangsangan baru. Mereka mudah bosan jika hanya mengerjakan satu hal dalam waktu lama.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan kebutuhan dopamin yang tinggi. Mereka cenderung:

Cepat berpindah aktivitas

Suka hal baru

Sulit bertahan dalam rutinitas

Kelebihan: Kreatif dan adaptif
Kekurangan: Kurang konsisten

2. Si Perfeksionis yang Overthinking


Perfeksionis tidak selalu fokus—justru sering sebaliknya. Mereka terlalu banyak berpikir tentang satu tugas sehingga akhirnya berpindah ke tugas lain.

Fenomena ini berhubungan dengan overthinking.

Ciri-cirinya:

Takut hasil tidak sempurna

Sering menunda pekerjaan

Memulai banyak hal tapi sulit menyelesaikan

3. Si Mudah Terdistraksi (Distractible Mind)

Tipe ini sangat sensitif terhadap gangguan eksternal maupun internal.

Hal ini berkaitan dengan rentang perhatian atau attention span yang cenderung pendek.

Contohnya:

Sedikit suara langsung mengganggu

Notifikasi langsung dicek

Pikiran mudah melayang

4. Si Kreatif yang “Melompat-Lompat”


Orang kreatif sering memiliki banyak ide dalam waktu bersamaan. Otaknya bekerja cepat, tetapi tidak selalu terstruktur.

Mereka:

Sering memulai banyak proyek

Ide datang terus-menerus

Sulit menyelesaikan satu hal sebelum pindah ke yang lain

Catatan: Ini bukan kelemahan, tapi perlu manajemen yang baik.

5. Si Pencemas (Anxious Personality)

Kecemasan membuat pikiran terus aktif dan sulit diam. Hal ini membuat fokus terpecah.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan anxiety disorder (meskipun tidak selalu sampai level gangguan klinis).

Ciri:

Pikiran “lari” ke banyak kemungkinan

Sulit tenang saat bekerja

Sering merasa terburu-buru

6. Si Impulsif


Tipe ini cenderung mengikuti dorongan sesaat. Mereka ingin langsung melakukan apa yang terpikirkan tanpa mempertimbangkan prioritas.

Hal ini sering dikaitkan dengan kontrol diri yang rendah dalam psikologi kepribadian.

Ciri:

Mudah tergoda hal baru

Sulit menahan diri

Cepat berpindah aktivitas

7. Si “Busy but Not Productive”


Orang ini terlihat sibuk sepanjang waktu, tetapi sebenarnya tidak fokus.

Mereka:

Mengerjakan banyak hal sekaligus

Jarang menyelesaikan tugas secara tuntas

Merasa lelah tanpa hasil maksimal

Fenomena ini sering disebut sebagai “pseudo-productivity”.

Kenapa Hal Ini Terjadi?

Secara ilmiah, otak manusia memiliki keterbatasan dalam memproses informasi. Ketika kita mencoba melakukan banyak hal sekaligus, otak harus terus berpindah fokus—yang disebut sebagai task switching.

Akibatnya:

Produktivitas menurun

Kualitas kerja menurun

Mental menjadi cepat lelah

Apakah Ini Buruk?

Tidak selalu.

Beberapa tipe di atas justru memiliki kelebihan:

Kreatif

Cepat beradaptasi

Punya banyak ide

Namun, tanpa kontrol, hal ini bisa menghambat pencapaian jangka panjang.

Cara Mengatasinya

Beberapa strategi sederhana yang bisa membantu:

Fokus pada satu tugas selama 25–50 menit (teknik Pomodoro)

Matikan notifikasi saat bekerja

Buat daftar prioritas harian

Latih mindfulness atau meditasi

Kurangi kebiasaan multitasking

Kesimpulan


Orang yang tidak bisa melakukan satu hal dalam satu waktu bukan berarti “tidak mampu fokus”—melainkan memiliki pola kepribadian tertentu yang memengaruhi cara kerja otaknya.

Dengan memahami tipe kepribadian ini, kita bisa:

Lebih mengenal diri sendiri

Mengelola fokus dengan lebih baik

Mengubah kelemahan menjadi kekuatan***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore