Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Maret 2026, 00.22 WIB

7 Ciri Perempuan yang Pergi Berbelanja untuk Menghilangkan Stres, Psikologi Ungkap Hal Ini

Ilustrasi belanja baju di pasar. (Freepik) - Image

Ilustrasi belanja baju di pasar. (Freepik)

JawaPos.com - Untuk para perempuan, nampaknya ada hubungan unik antara berbelanja dan menghilangkan stres. Untuk sebagian orang, berbelanja mungkin adalah kegiatan yang remeh. Namun, ini adalah salah satu cara yang banyak digunakan perempuan untuk melepaskan lelah dan menghilangkan stres.

Psikologi menjelaskan bahwa ini bukan hanya tentang sensasi menemukan penawaran menarik atau kegembiraan memperoleh sesuatu yang baru. Ini lebih dalam dari itu.

Dilansir dari Blog Herald, terdapat tujuh sifat khusus yang cenderung dimiliki oleh perempuan yang berbelanja untuk menghilangkan stres.

Ciri-ciri ini tidak hanya membuat mereka pergi belanja ketika masa-masa sulit tetapi juga membantunya memperoleh kenyamanan dan relaksasi sejati dari pengalaman tersebut.

1. Intuitif secara emosional

Perempuan yang berbelanja sebagai pelepas stres sering kali memiliki intuisi emosional. Mereka sangat menyadari keadaan emosionalnya dan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi apa yang akan membantu mereka melepas lelah.

Sifat ini terkait erat dengan kecerdasan emosional, sebuah konsep yang dikemukakan oleh psikolog terkenal Daniel Goleman. Goleman percaya bahwa kecerdasan emosional, atau EQ, sama pentingnya dengan IQ dalam menentukan kesuksesan dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.

Seperti yang pernah dikatakan Goleman, "Dalam arti yang sebenarnya, kita memiliki dua pikiran, satu yang berpikir dan satu yang merasakan." Pikiran "perasaan" inilah yang dimanfaatkan para perempuan ini saat mereka stres.

Mereka secara intuitif memahami bahwa tindakan berbelanja akan memberikan kelegaan emosional dan menawarkan rasa kendali dalam situasi yang kacau. Ini bukan tentang bersikap impulsif atau gegabah. Sebaliknya, ini tentang mengenali apa yang menenangkan dan kemudian bertindak berdasarkan hal itu.

2. Apresiasi terhadap estetika

Perempuan yang berbelanja untuk menghilangkan stres memiliki apresiasi yang tinggi terhadap estetika. Mereka menemukan kegembiraan dalam hal-hal yang indah, baik itu tas tangan yang dibuat dengan baik, sepasang sepatu dengan desain yang rumit, atau bahkan tata letak toko itu sendiri.

Seluruh proses terlibat dengan barang-barang ini, dari menyentuh bahannya hingga mengagumi hasil kerajinannya, memberikan rasa tenang dan kepuasan. Psikolog terkenal Carl Jung mungkin punya jawabannya.

Ia pernah berkata, "Penciptaan sesuatu yang baru tidak dapat dilakukan oleh intelek, tetapi oleh naluri yang bertindak berdasarkan kebutuhan batin. Pikiran kreatif bermain dengan objek yang dicintainya."

Bagi para perempuan ini, berbelanja bukan hanya tentang mendapatkan barang baru. Ini juga tentang menyalurkan kecintaan mereka terhadap benda-benda indah dan menikmati proses pemilihan dan penemuan yang menyenangkan dan kreatif.

3. Kebutuhan untuk mengendalikan

Ketika kekacauan terjadi di area lain kehidupan perempuan-perempuan ini, berbelanja memberikan rasa kendali dan ketertiban. Mereka memiliki kekuatan untuk memutuskan apa yang akan dibeli, kapan akan membelinya, dan di mana akan membelinya.

Di dunia ini, mereka dapat membuat aturan dan keputusan mereka sendiri, jauh dari ketidakpastian hidup. Kebutuhan akan kendali ini berakar dalam psikologi kita.

Seperti yang pernah dikatakan oleh psikolog terkenal Alfred Adler, "Kita semua berjuang untuk keselamatan, kita semua menginginkan kekuasaan." Berbelanja, dalam konteks ini, memberi perempuan kekuatan untuk membuat pilihan dan keamanan dari lingkungan yang dapat diprediksi.

Ini adalah kebenaran yang jujur , kita semua mendambakan kendali dalam satu bentuk atau lainnya. Bagi banyak perempuan, berbelanja menawarkan waktu istirahat yang menyenangkan dari pusaran badai kehidupan yang terkadang penuh gejolak.

4. Kepuasan sensorik

Ada sesuatu yang menenangkan tentang pengalaman sensorik saat berbelanja. Aroma kulit segar, sentuhan kain lembut, pemandangan warna-warna cerah, itu semua masukan sensorik ini dapat memberikan efek menenangkan.

Kondisi sekitar yang menyenangkan di lingkungan ritel, seperti aroma atau musik yang menyenangkan, dapat meningkatkan suasana hati pembeli dan meningkatkan kemungkinan mereka untuk menghabiskan lebih banyak waktu dan uang di dalam toko.

Bagi perempuan yang berbelanja untuk menghilangkan stres, kepuasan sensorik ini bukan tentang menghabiskan uang atau memperoleh barang baru. Ini tentang membenamkan diri dalam lingkungan yang menyenangkan indra dan menimbulkan rasa tenang.

5. Sensasi penemuan

Ada sensasi tertentu saat menemukan sesuatu yang baru saat berbelanja. Itu bisa berupa gaun yang pas di badan, aksesori yang benar-benar melengkapi gaya Anda, atau diskon pada barang yang sudah lama Anda incar.

Unsur kejutan dan penemuan ini bisa sangat bermanfaat, dan menurut psikologi, ini bukan hanya tentang barang fisik.

Seperti yang pernah dikatakan oleh BF Skinner, seorang psikolog dan ahli perilaku ternama, “Masalah sebenarnya bukanlah apakah mesin berpikir, melainkan apakah manusia melakukannya.”

Kutipan ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif dan proses berpikir, yang persisnya dipromosikan oleh aspek penemuan dalam berbelanja. Ini bukan sekedar penjelajahan tanpa tujuan, ini adalah perburuan aktif terhadap sesuatu yang baru dan menarik.

6. Memiliki banyak pilihan bikin nyaman

Meski mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, memiliki banyak pilihan saat berbelanja sebenarnya dapat memberikan rasa nyaman bagi perempuan yang berbelanja untuk menghilangkan stres.

Banyaknya pilihan memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, yang dapat menarik dan merangsang mental. Namun, ini bukan tentang membuat pilihan yang sempurna, melainkan tentang proses memilih.

Seperti yang dikatakan psikolog Barry Schwartz dalam bukunya “The Paradox of Choice”, “Belajar memilih itu sulit. Belajar memilih dengan baik itu lebih sulit. Dan belajar memilih dengan baik di dunia dengan kemungkinan yang tak terbatas itu lebih sulit lagi, mungkin terlalu sulit.”

Kutipan ini menyoroti tantangan dalam pengambilan keputusan di dunia modern kita. Namun bagi para perempuan ini, proses menentukan pilihan-pilihan inilah yang memberikan rasa kendali dan pengalih perhatian dari pemicu stres mereka.

7. Ekspresi diri

Berbelanja bagi banyak perempuan merupakan bentuk ekspresi diri. Pakaian dan aksesori yang kita pilih untuk dikenakan dapat mengungkapkan banyak hal tentang siapa kita dan bagaimana kita memandang diri kita sendiri.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Carl Jung, psikiater dan psikoanalis Swiss yang mendirikan psikologi analitis, “Hak istimewa seumur hidup adalah menjadi diri Anda yang sebenarnya.”

Bagi perempuan yang berbelanja untuk menghilangkan stres, ini adalah kanvas mereka, kesempatan mereka untuk mengekspresikan dan merangkul jati diri mereka. Ini bukan sekadar menghilangkan stres, ini juga tentang menemukan jati diri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore