
Ilustrasi kebiasaan yang terbentuk karena terlalu sering dikritik sejak kecil. (Freepik)
JawaPos.Com - Tidak semua luka masa kecil terlihat di permukaan. Ada yang tidak meninggalkan bekas fisik, namun menetap di hati dan pikiran seperti bayangan yang mengikuti kemanapun seseorang melangkah.
Seseorang yang tumbuh di bawah sorotan kritik tanpa henti, sering kali belajar bertahan dengan cara yang aneh seperti mengubah perilaku, menyembunyikan perasaan, atau mengasah kepekaan hingga berlebihan demi menghindari teguran.
Mereka mungkin terlihat baik-baik saja dari luar, tersenyum dan berfungsi normal di tengah masyarakat, tapi di dalam, ada suara lama yang masih bergema, suara yang berkata, “Kamu tidak cukup baik.”
Psikologi mengungkap bahwa kebiasaan-kebiasaan tertentu yang muncul di usia dewasa sering kali adalah jejak dari masa kecil yang penuh tuntutan dan penilaian.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh kebiasaan yang terbentuk karena terlalu sering dikritik sejak kecil.
1. Selalu Memikirkan Terlalu Banyak Hal dan Meragukan Diri Sendiri
Orang yang sering dikritik sejak kecil cenderung sulit mempercayai penilaian mereka sendiri.
Setiap keputusan, sekecil apapun, bisa menjadi ajang pertarungan batin.
Mereka memikirkan skenario terburuk, mempertanyakan setiap langkah, bahkan menunda tindakan hanya karena takut melakukan kesalahan.
Hal ini terjadi karena masa kecil mereka mengajarkan bahwa kesalahan adalah sesuatu yang harus dihindari dengan segala cara, bukan bagian dari proses belajar.
2. Perfeksionisme yang Tidak Pernah Ada Ujungnya
Kritik yang terus-menerus sering menanamkan keyakinan bahwa untuk diterima, seseorang harus selalu sempurna.
Akibatnya, mereka tumbuh menjadi pribadi yang menetapkan standar sangat tinggi, bahkan untuk hal-hal kecil.
Perfeksionisme ini memang membuat mereka terlihat teliti dan rajin, namun sering juga membuat mereka kelelahan, frustrasi, dan sulit merasa puas dengan hasil apapun.
Dalam hati, mereka merasa harus selalu membuktikan bahwa mereka layak dihargai.
