
Ilustrasi seseorang yang memegang kepalanya di depan laptop./Freepik
JawaPos.com - Beberapa orang terlihat seperti tidak pernah mendapat keberuntungan dalam hidup. Mereka menghadapi satu kegagalan demi kegagalan, seolah nasib selalu tidak berpihak padanya. Padahal, seringkali hambatan terbesar datang dari diri mereka sendiri, melalui perilaku merusak diri.
Perilaku ini dilakukan tanpa disadari, menjadi kebiasaan yang terus menghalangi kemajuan dan peluang baik, melansir dari Geediting.com Kamis (30/10).
Mengenali perilaku ini adalah langkah pertama untuk memutus rantai nasib buruk. Mari kita telaah tujuh perilaku merusak diri yang harus diwaspadai.
1. Menunda-nunda di Bawah Kepura-puraan Perfeksionisme
Mereka seringkali menunda pekerjaan penting karena merasa belum siap. Orang ini berpikir harus menunggu kondisi yang sempurna atau merasa pekerjaan belum cukup bagus. Sikap ini sebenarnya adalah ketakutan tersembunyi untuk memulai atau menyelesaikan pekerjaan.
2. Terlalu Berfokus pada Hal Negatif
Orang-orang ini cenderung melihat masalah dan kegagalan di mana pun. Mereka kesulitan melihat sisi positif dari sebuah situasi, bahkan saat hal baik terjadi. Fokus ini menciptakan pandangan pesimis yang menarik lebih banyak hasil buruk dalam hidup.
3. Mencari Validasi dari Orang Lain
Mereka selalu membutuhkan persetujuan dan pujian dari orang lain untuk merasa berharga. Ketergantungan ini membuat mereka tidak bisa membuat keputusan sendiri. Mereka akhirnya mengorbankan keinginan pribadi demi menyenangkan orang di sekitarnya.
4. Mengabaikan Kesehatan dan Kesejahteraan Diri
Satu di antara perilaku yang paling merusak adalah tidak memprioritaskan kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka mungkin mengabaikan waktu istirahat, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, atau mengabaikan tanda-tanda stres yang ada. Perilaku ini menguras energi dan mengurangi produktivitas.
5. Menetapkan Tujuan yang Tidak Realistis
Mereka seringkali menetapkan standar yang terlalu tinggi atau tujuan yang tidak mungkin dicapai. Ketika gagal, mereka merasa hancur dan memperkuat keyakinan bahwa mereka memang ditakdirkan untuk gagal. Hal ini hanya akan menciptakan lingkaran kegagalan yang tidak berujung.
6. Menyalahkan Orang Lain atas Masalah Mereka
Orang-orang ini selalu menemukan kambing hitam untuk setiap kemalangan yang menimpa dirinya. Mereka menolak untuk bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya sendiri. Dengan menyalahkan orang lain, mereka kehilangan kekuatan untuk mengubah hidupnya.
