
Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)
JawaPos.com - Desakan agar polisi bergerak cepat menangani kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus terus bermunculan. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) meminta aktor atau pelaku lapangan dalam kasus tersebut ditangkap sebelum 7 hari pasca serangan pada Kamis malam (12/3).
Alghiffari Aqsa selaku perwakilan TAUD menyampaikan hal itu kepada awak media. Menurut dia, seluruh barang bukti dari lokasi kejadian di Jalan Salemba 1, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus), sudah cukup sebagai bekal polisi untuk mengejar dan menangkap para pelaku. Baik bukti rekaman CCTV maupun bukti-bukti lain yang telah diserahkan.
”Kami berharap ini bisa diselesaikan, atau pelaku lapangannya bisa ditemukan kurang dari 7 hari sejak penyiraman air keras,” kata dia.
Sebagai kuasa hukum Andrie, pria yang akrab dipanggil Alghif tersebut berharap besar kasus penyiraman air keras terhadap Andrie diungkap secara tuntas. Bukan hanya pelaku di lapangan, dia mendesak polisi menangkap aktor intelektual di balik aksi teror tersebut. Sebab, serangan terhadap Andrie dinilai sebagai upaya pembunuhan berencana.
”Saya mengatakan ini operasi percobaan pembunuhan karena terorganisir. Dan kami menduga pelakunya, sangat sulit kami membayangkan dengan level organisasi yang sedemikian rupa, ini dilakukan oleh sipil,” ujarnya.
Menurut Alghif ada aktor intelektual atau minimal orang yang mendanai serangan tersebut. Siapa pun orang di balik serangan tersebut harus ditangkap. Dia tidak ingin penanganan kasus Andrie serupa dengan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
”Kami tentunya mendesak polisi untuk berhati-hati dan profesional. Karena, tadi disampaikan oleh rekan Julio, ketika olah TKP di situ polisi tidak mengumpulkan satu barang bukti, mungkin luput ya. Ketika olah TKP gelas atau pun botol yang kami duga untuk menyiram air keras tersebut tidak dikumpulkan,” jelasnya.
Benda itu kemudian ditemukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil dan sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. Alghif cukup yakin benda tersebut digunakan sebagai alat untuk menyiramkan air keras kepada Andrie. Sebab, pada benda itu ditemukan cairan yang aromanya menyengat dan identik dengan aroma pada pakaian maupun helm milik Andrie.
”Kami duga kuat itulah gelas yang digunakan,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan bahwa untuk mengungkap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, Polri membentuk tim gabungan. Dari level polres, polda, sampai Bareskrim Polri. Tidak hanya itu, polisi membangun posko dan membuka hotline untuk mempercepat penanganan kasus tersebut.
