
Leak Kustiyo
Oleh Leak Kustiyo, CEO Jawa Pos Media
TAK banyak brand yang mampu bertahan –bersama perusahaannya– hingga 100 tahun. Artinya, membangun brand yang kuat itu tidak gampang, menjaga reputasi brand juga tidak mudah. Menjaga kelanggengan brand adalah pekerjaan terus-menerus.
Perusahaan media yang berumur panjang lebih dari 100 tahun seperti The Washington Post, The Times, The Guardian, The New York Times, sungguh amat sedikit populasinya.
Di Indonesia sampai hari ini belum ada satu pun brand media yang terbukti mampu bertahan hingga 100 tahun.
Jawa Pos yang pada 2024 ini berusia 75 tahun praktis menjadi media nasional tertua di Indonesia. Dan untuk menjadi media yang mampu bertahan hingga 100 tahun, minimal harus bisa melewati lima kali pilpres lagi –dengan segala drama, kekacauan, dan komedinya.
Biasanya, di saat terjadi pergantian kekuasaan seperti sekarang ini, ujian serius atas reputasi brand media diuji: seperti apa independensinya, keteguhan sikapnya, kelompok mana yang akan dituju untuk bersandar...
Masyarakat akan melihat, lalu memutuskan: layak untuk dipercaya independensinya atau tidak?
Tantangan ke depan sangat dipola oleh teknologi. Yang tak seorang pun mampu memastikan adalah: seperti apa bentuk media, seperti apa perubahan sosial dan kebudayaan masyarakatnya. Seperti apa perilaku konsumen, pasar, dan pemegang kuasa. Jawa Pos akan terus berusaha bijak dalam bersikap dan konsisten. Konten yang baik akan bisa diterima dalam medium apa pun!
*
Teknologi telah mengubah semua dan akan lebih cepat lagi dalam menghadirkan bentuk-bentuk baru. Tak terlalu hiperbolis untuk kita sebut: situasi yang berantakan porak-poranda. Watak disrupsi akan jauh lebih gila. Akan masuk tatanan dunia baru, yang tanpa tatanan, kata pengamat AI.
Media hanya salah satu industri yang terkena dampak obrak-abrik itu.
Di usia Jawa Pos 75, kami coba membuat ruang kecil semacam rest area untuk rehat dari berbagai noise. Sejenak merenung ke belakang lalu mencoba mem-peta-kan lagi, jalan mana yang akan ditempuh ke depan. Lima tahun ke depan, sepuluh tahun pasca Pakde dari Solo, 25 tahun setelah era blusukan berlalu. Selain memikirkan hal-hal harian seperti: apa isi pengumuman Ketua Federal Reserve Jerome Powell atas perubahan suku bunga. Turun berapa persen?
Dalam rapat rutin Seninan –diadakan setiap Senin diikuti oleh jajaran direksi, Pemred, dan para manager– John Siagian, manager event Jawa Pos di Jakarta menyampaikan usulan. Bagaimana kalau kita bikin forum yang mempertemukan Jawa Pos dengan para brand? Mumpung momentumnya bagus, yaitu ultah platinum Jawa Pos 75.
Kami mengkaji usulan itu. Maklum, usulan John Siagian ini meskipun idenya biasa, tapi Jawa Pos selama ini tak pernah melakukan. Penghargaan buat brand-brand hebat oleh Jawa Pos, saat usianya memasuki tahun ke-75. Jadi, pijakannya adalah momentum 75 tahun perjalanan Jawa Pos.
Tahun ini kami juga mengadakan event besar bersama pelanggan. Malam Gebyar Pelanggan Setia dengan undian bingkisan berupa 2 buah mobil dan 22 sepeda motor yang kami adakan pada 1 Juli lalu di Jawa Pos Arena, Surabaya.
