Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 April 2026, 01.11 WIB

72 Siswa Jakarta Timur Keracunan Makan Bergizi Gratis, Gubernur Pramono Pastikan Perawatan Optimal

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung kondisi para korban di RSKD Duren Sawit pada Sabtu (4/4). (Istimewa) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung kondisi para korban di RSKD Duren Sawit pada Sabtu (4/4). (Istimewa)

JawaPos.com-Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat menangani kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Jakarta Timur. Insiden ini terjadi usai para siswa mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Pondok Kelapa II.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung kondisi para korban di RSKD Duren Sawit pada Sabtu (4/4). Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh anak mendapatkan perawatan medis terbaik hingga pulih total.

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban yang menjalani perawatan mencapai puluhan orang. Para siswa tersebar di beberapa rumah sakit untuk mendapatkan observasi intensif.

"Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, tercatat sebanyak 72 orang. Ada beberapa yang sempat datang, tetapi tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang," ujar Pramono.

Gejala yang muncul pada siswa meliputi mual, muntah, hingga diare. Meski demikian, tim medis melaporkan kondisi pasien saat ini sudah mulai stabil.

Pemerintah menjamin keluarga korban tidak akan dibebani biaya medis sepeser pun. BGN menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh proses pemulihan siswa di rumah sakit.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” tandas Pramono.

Pihak Pemprov DKI juga terus mendukung evaluasi menyeluruh terhadap program MBG agar standar keamanan pangan diperketat dan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore