
Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, terbakar hebat, Rabu (1/4) malam. (Instagram @sadewa28)
JawaPos.com - Insiden kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4) malam menyisakan duka mendalam. Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengonfirmasi bahwa jumlah korban luka-luka dalam peristiwa tersebut mencapai belasan orang.
Hingga Kamis (2/4), tercatat ada sekitar 15 warga yang terdampak langsung oleh ledakan dan kobaran api dari fasilitas pengisian gas tersebut.
Tragedi ini tidak hanya berdampak pada area internal SPBE. Api yang merembet cepat serta ledakan yang terjadi berulang kali membuat warga di sekitar lokasi dan pengguna jalan turut menjadi korban.
"Korban (luka,red) kurang lebih hampir 15 orang, baik itu di kejadian di rumahnya sendiri yang terbakar atau ada yang juga di jalanan, sedang lewat di sini di jalan kemudian dia jadi korban,” ujar Harris dikutip dari Radar Bekasi (JawaPos Group), Kamis (2/4).
Harris menegaskan, seluruh biaya perawatan medis bagi para korban akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.
"Insyaallah semua korban itu akan menjadi tanggungan dari Pemerintah Kota Bekasi semuanya," ucapnya.
Kebakaran dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 21.00 WIB. Langit malam Mustikajaya seketika berubah merah disertai kepulan asap tebal yang membubung tinggi. Suara ledakan keras sempat memicu kepanikan di tengah pemukiman warga.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi bekerja ekstra keras hingga Kamis dini hari untuk memadamkan api.
"Ada sekitar 10 Damkar lebih karena tadi juga cukup besar," ungkap Kusumo.
