Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Maret 2026, 22.28 WIB

Bau Busuk Pasar Kopro Dikeluhkan, Gunungan Sampah Lebaran Akhirnya Diangkut Hari Ini

Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat menerjunkan alat berat untuk mengangkut sampah di Pasar Kopro, Jakarta Barat, Selasa (31/3). (Istimewa) - Image

Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat menerjunkan alat berat untuk mengangkut sampah di Pasar Kopro, Jakarta Barat, Selasa (31/3). (Istimewa)

JawaPos.com - Gunungan sampah yang membusuk di samping Pasar Kopro, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, akhirnya mulai ditangani. Setelah terbiar menumpuk sejak libur Lebaran, petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat menerjunkan alat berat untuk mensterilkan lokasi pada Selasa (31/3).

Kondisi ini sebelumnya dikeluhkan warga dan pedagang karena aroma busuk yang menyengat hingga meluber ke badan jalan.

Selain sampah rumah tangga terlihat juga ada kasur bekas, hingga limbah plastik menumpuk hitam dan becek. Yahya, 38, salah satu pedagang, mengatakan, tumpukan ini sudah ada selama sepekan lebih.

"Ini emang udah seminggu lebih kayaknya, pokoknya sejak Lebaran. Pas sehari atau dua hari sebelum Lebaran itu sempet diangkut, tapi abis itu enggak diangkut lagi, baru sekarang ini diangkut, setelah numpuk," ujar Yahya, Selasa (31/3).

Efeknya, pembeli mulai enggan mampir karena bau yang menusuk. "Bau, bau banget. Sebenernya udah biasa lah sama sampah di sini, memang di sini itu kan tempat sampah sementara, tapi karena kemarin berhari-hari sampahnya jadi membusuk, bau gitu makin bau karena numpuk," katanya.

Penyebab Penumpukan: Longsor di Bantargebang

Keterlambatan pengangkutan ini bukan tanpa alasan. Masalah teknis di TPST Bantargebang menjadi pemicu utama penumpukan sampah di berbagai wilayah Jakarta, termasuk Grogol Petamburan.

Kasatpel LH Kecamatan Grogol Petamburan Udin Mahmudin menjelaskan, kuota pengiriman sampah sempat dipangkas drastis akibat insiden longsor di Bantargebang. Dari biasanya 38 armada per hari, hanya 12 armada yang diizinkan melintas.

"Masalah sampah di RW 5 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, ini kesampahan numpuk pasca-Lebaran. Kebetulan kita kan penanganan sampah di Bantargebang masih belum normal, akhirnya hari ini kita menerjunkan armada tiga, satu shovel (alat berat) untuk pengangkutan hari ini. Insya Allah hari ini steril," jelas Udin.

Warga Luar Ikut Buang Sampah Sembarangan

Selain kendala teknis, Ketua RW 05 Tanjung Duren Selatan, Hadi Ardiansyah, menyebut adanya warga luar wilayah yang curang dengan membuang sampah di lokasi tersebut. Padahal, tempat itu merupakan Lokasi Pembuangan Sementara (LPS) khusus warga RW 05.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore