
Ilustrasi jual beli di Pasar Induk Kramar Jati, Jakarta Timur. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Tumpukan sampah yang sempat menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai ditangani. Perumda Pasar Jaya kini bergerak melakukan pengangkutan untuk mengembalikan kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Pembersihan intensif ini dilakukan setelah volume sampah di pasar tersebut melonjak drastis akibat kendala teknis armada yang terjadi sejak awal Maret lalu.
Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebelumnya sempat viral di media sosial. Diperkirakan, volume sampah mencapai 6.970 ton atau setara dengan beban 410 truk tronton.
Manager Humas Perumda Pasar Jaya Topik Hidayatulloh memastikan proses evakuasi sampah terus dikebut dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.
Dalam dua hari terakhir, sebanyak 33 armada tronton telah dikerahkan ke lokasi untuk mengangkut tumpukan limbah pasar tersebut.
"Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya," ujar Topik dikutip Senin (30/3).
Penumpukan ini dipicu oleh kendala penyediaan armada pengangkutan yang terjadi sejak 9 Maret 2026. Atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga dan pedagang, pihak pengelola pasar menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Selain fokus pada pengangkutan, Perumda Pasar Jaya kini memperketat pengawasan di lapangan. Sistem penyaringan (screening) diberlakukan agar alur pembuangan sampah tetap terkendali dan tidak terjadi penumpukan serupa di masa mendatang.
