
ILUSTRASI: Penumpang di bus Transjakarta di Halte Bundaran HI, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ekonomi Jakarta sudah menunjukkan taringnya di awal tahun 2026.
Dalam acara halalbihalal dan haul masyayikh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) DKI Jakarta di Masjid At-Tin TMII, Minggu (29/3), Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membeberkan pencapaian yang diraih ibu kota.
Tak main-main, perputaran uang di Jakarta menembus angka Rp 48 triliun selama periode hari besar keagamaan.
Tren positif ekonomi Jakarta terlihat jelas sejak akhir tahun lalu hingga momen Lebaran tahun ini.
Baca Juga:Puncak Arus Balik Kedua Idul Fitri 2026: 186 Ribu Kendaraan Serbu Jakarta, GT Cikunir Naik 114%!
Aktivitas belanja dan mobilitas warga menjadi motor utama penggerak ekonomi di tengah tantangan global.
Wagub Rano Karno menyebut bahwa daya beli masyarakat tetap stabil dan bahkan cenderung meningkat tajam.
"Alhamdulillah, pada periode kegiatan kebudayaan yang dimulai dari Natal hingga Hari Raya Idul Fitri, perputaran ekonomi Jakarta mencapai hampir Rp 48 triliun. Angka ini menunjukkan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap terjaga dengan baik," ujarnya.
Salah satu kunci di balik masifnya perputaran uang tersebut adalah kebijakan transportasi publik gratis. Pemprov DKI Jakarta sengaja membebaskan biaya MRT dan TransJakarta saat Idulfitri untuk memicu pergerakan massa ke pusat-pusat ekonomi.
Rano menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah daerah.
Baca Juga:370 Ribu Lebih Penumpang KA Kembali ke Jakarta via Daop I Selama Sepekan Arus Balik Lebaran
"Salah satu kebijakan yang kami lakukan adalah menggratiskan transportasi umum di Jakarta selama dua hari saat Idul Fitri. Baik TransJakarta maupun MRT dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat," jelasnya.
