Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 05.42 WIB

Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Jadi Korban Pelecehan Digital, Kampus Klaim Sudah Berikan Pendampingan

Ilustrasi pelecehan melalui media sosial. (indiatimes.com) - Image

Ilustrasi pelecehan melalui media sosial. (indiatimes.com)

JawaPos.com - Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN Veteran Jakarta menjadi korban dugaan pelecehan digital oleh mahasiswa UIN Jakarta berinisial AIP. Dalam kasus ini, pihak kampus tidak diam dan memberikan pendampingan psikologi untuk mahasiswanya.

Wakil Dekan FISIP UPN Veteran Jakarta Azwar  mengatakan, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindakan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UPN Veteran Jakarta telah menerima laporan terkait kasus tersebut dari mahasiswa dan dosen. Pihak kampus pun langsung melakukan verifikasi awal guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

“Laporan sudah masuk ke Satgas PPKPT UPNVJ dan Satgas PPKPT UPNVJ juga sudah berkordinasi dengqn Satgas UIN, minggu depan UIN juga akan memanggil pelaku,” ujar Azwar saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (27/3).

Selain itu, FISIP UPN Veteran Jakarta telah menggandeng Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAIKOM) untuk memberikan pendampingan kepada korban, khususnya dukungan moril agar kondisi psikologis korban tetap terjaga.

“Kami berkoordinasi dengan HIMAIKOM untuk mengadvokasi korban, setidaknya memberikan dukungan moril kepada korban agar psikologisnya tidak memburuk,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta angkatan 2024 mengungkap dugaan manipulasi identitas dan pelecehan digital yang dialaminya. Ia menyebut seorang pria yang dikenalnya sejak SMA diduga menggunakan foto dirinya tanpa izin dan menyebarkan narasi palsu di media sosial.

Korban mengaku pelaku menyebut dirinya sebagai istri, bahkan mengklaim korban tengah mengandung anaknya. Padahal keduanya tidak memiliki hubungan pribadi. Informasi tersebut mulai terungkap pada November 2025 setelah korban dihubungi akun anonim melalui pesan langsung Instagram.

Dari penelusuran korban, narasi palsu itu disebarkan melalui berbagai akun dan nomor WhatsApp, dengan identitas yang disamarkan menggunakan nama lain. Korban menegaskan seluruh klaim tersebut tidak benar dan dilakukan tanpa persetujuan dirinya, sehingga menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan serius.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore