Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Maret 2026, 18.24 WIB

Stok Darah Menurun Selama Ramadhan, PMI Jakarta Beri Tips Aman Donor Saat Puasa

Kegiatan donor darah yang diselenggarakan APPBI di Mal. (Royyan/JawaPos.com) - Image

Kegiatan donor darah yang diselenggarakan APPBI di Mal. (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta mencatat adanya penurunan stok darah selama bulan Ramadhan. Penurunan tersebut terutama terjadi pada golongan darah A dan AB seiring berkurangnya jumlah pendonor yang datang karena kekhawatiran donor darah dapat memengaruhi kesehatan atau membatalkan puasa.

Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, Dr. dr. Ni Ken Ritchie, M.Biomed mengegaskan bahwa kekhawatiran masyarakat sebenarnya tidak perlu terjadi karena donor darah tidak membatalkan puasa.

“Iya, di dalam bulan puasa ini kan memang ada kecenderungan mungkin masyarakat khawatir kalau donor darah nanti bisa berdampak gitu kan pada puasanya atau pada kesehatannya. Namun sebenarnya dari MUI sudah pernah mengeluarkan fatwa bahwa memang donor darah tidak membatalkan puasa,” katanya kepada wartawan, Rabu (11/3).

Ni Ken menjelaskan, masyarakat tetap dapat mendonorkan darah selama Ramadhan dengan memperhatikan beberapa tips sederhana agar tubuh tetap bugar dan tak mengganggu puasa. Salah satunya dengan menjaga asupan cairan saat sahur serta memilih waktu yang tepat untuk donor.

“Misalnya, perbanyak minum air putih saat lagi sahur gitu. Terus juga mungkin pas menjelang mau berbuka dia donor darahnya gitu, atau di awal pas pagi-pagi dia donor darah,” tuturnya.

PMI DKI Jakarta sendiri mencatat stok darah saat ini masih cukup aman untuk golongan darah B dan O. Namun, kebutuhan untuk golongan darah A dan AB sedang meningkat sehingga ketersediaannya perlu dijaga.

“Nah, jadi dampaknya memang kita terjadi penurunan stok darah, terutama di golongan darah A dan AB. Karena memang kebutuhan pasien untuk golongan darah A dan AB ini sih memang lagi cukup tinggi gitu,” jelasnya.

Selain itu, menurut Ni Ken Ritchie, fluktuasi stok darah juga biasanya terjadi di tengah pekan. Hal ini karena kegiatan donor darah banyak dilakukan pada akhir pekan di berbagai tempat ibadah atau komunitas.

“Jadi biasanya itu kami kalau hari Sabtu-Minggu itu banyak kegiatan donor darah seperti biasa. Senin stoknya aman, Selasa mulai berkurang. Biasanya memang pertengahan minggu tuh Rabu, Kamis yang agak mengkhawatirkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa donor darah tidak hanya membantu pasien yang membutuhkan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor karena setiap proses donor diawali dengan pemeriksaan kesehatan dasar.

“Donor darah pasti baik buat kesehatan. Kenapa? Karena kan mau donor itu kita ada pemeriksaannya. Diperiksa kadar hemoglobinnya, diperiksa tekanan darahnya, sakit apa enggak, demam atau tidak,” kata nya

Selain itu, darah yang didonorkan juga akan melalui proses penyaringan terhadap sejumlah penyakit menular seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dan sifilis.

“Jadi secara tidak langsung juga kita juga termonitor tuh apakah kita terinfeksi secara tidak sadar atau tidak,” tegasmyq.

Untuk membantu menjaga ketersediaan darah selama Ramadhan, berbagai kegiatan donor darah terus digelar di sejumlah lokasi di Jakarta. Salah satunya melalui program CSR Donor Darah Ramadhan 2026 yang digelar oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore