
Kondisi terkini sampah longsor di TPST Bantargebang Bekasi, Senin (9/3/2026). (Istimewa)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung titik longsor di TPST Bantargebang, Bekasi, pada Senin (9/3) pagi.
Bencana yang dipicu curah hujan ekstrem ini menyebabkan empat orang meninggal dunia dan menutup aliran sungai serta akses jalan warga.
Langkah darurat kini tengah dipacu untuk memastikan keamanan warga dan petugas di lapangan.
Fokus utama Pemprov DKI Jakarta saat ini adalah membuka kembali aliran Sungai Ciketing yang tertutup material sampah sepanjang 40 meter.
Menurut Pramono, normalisasi sungai Ciketing ini sangat krusial agar aktivitas warga tidak lumpuh total.
"Di lapangan tadi saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3).
Diketahui, setiap harinya, Jakarta mengirimkan beban sampah sebesar 7.400 hingga 8.000 ton ke Bantargebang.
Dengan kondisi zona 4A yang terdampak longsor, Pemprov DKI mulai melakukan pembatasan dan pengalihan zona pembuangan.
"Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas. Sambil menunggu zona 4A dipulihkan, sementara ini pengiriman sampah akan dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara," jelas Pramono.
Untuk mengurangi beban Bantargebang, Pemprov DKI mempercepat persiapan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara. Fasilitas ini diharapkan mampu mengolah ribuan ton sampah warga Jakarta secara mandiri.
Saat ini, fasilitas tersebut masih dalam tahap uji coba dan persiapan operasional bersama para pakar agar dapat berfungsi secara ramah lingkungan, aman, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
"Saya menargetkan RDF Rorotan nantinya bisa membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari. Mudah-mudahan proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas ini bisa beroperasi secara normal," tambahnya.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (8/3) ini mencatatkan empat orang korban jiwa meninggal dunia.
