Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Januari 2026, 15.28 WIB

Kuliti Hidup Suderajat Penjual Es Gabus yang Ngaku Ngontrak padahal Punya Rumah, KDM Gebrak Meja: Kenapa Bohong Terus!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube KDM Channel) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube KDM Channel)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menggebrak meja dan marah kepada pedagang es kue, Suderajat, yang viral usai difitnah dan diintimidasi oknum aparat kepolisian dan TNI karena dituding menjual es berbahan spons. Kemarahan KDM ditengarai karena Suderajat berbohong dalam sejumlah penyataannya.

Terbaru adalah terkait dengan tempat tinggalnya yang sebelumnya ia akui masih mengontrak, padahal memiliki rumah sendiri. Ia juga bahkan pernah menerima bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Fakta ini memicu kemarahan KDM yang langsung menggebrak meja dan mempertanyakan kebohongan yang berulang dari Suderajat.

Peristiwa itu terjadi saat KDM menggali kebenaran status tempat tinggal Suderajat melalui pertemuan langsung dengan Ketua RW Suderajat. Ia menyatakan bahwa rumah yang ditempati Suderajat adalah rumah sendiri, bukan kontrakan seperti yang selama ini disampaikan.

“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW Suderajat di hadapan KDM, dikutip dari kanal YouTube-nya, Jumat (30/1).

KDM yang sejak awal menerima informasi bahwa Suderajat hidup serba kekurangan dan hanya mengontrak rumah, langsung bereaksi keras. Ia menuding Suderajat telah memberikan keterangan yang tidak sesuai fakta.

“Babeh bilangnya ngontrak, bohong sih! Kenapa bohong terus?” kata KDM dengan nada tinggi sambil memperbaiki posisi duduk.

Ketua RW Suderajat pun mengungkap bahwa rumah tersebut berasal dari orang tua Suderajat. Rumah itu dibelikan oleh almarhum orang tuanya sekitar tahun 2007 dengan nilai sekitar Rp 35–40 juta.

Suderedajat pun akhirnya berulang kali meminta maaf. Ia berdalih rumahnya sempat dalam kondisi hancur dan telah mendapat bantuan Rutilahu sebelum kejadian ini mencuat. Namun alasan itu tidak meredakan kekecewaan KDM yang entah dengan alasan apa menguliti hidup Suderajat.

Menurut KDM, persoalan utama bukan sekadar kondisi rumah, melainkan kejujuran. Ia menyoroti pengakuan Suderajat yang sebelumnya menyebut hanya menerima warisan uang Rp 200.000 dari orang tuanya.

“Orang tua sudah ngasih rumah, tapi Babeh bilangnya enggak dikasih, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, dijual sama saudaranya," tegas KDM.

KDM menilai kebohongan semacam ini tak boleh dibiasqkan. Ia menekankan bahwa kejujuran adalah fondasi utama sebelum seseorang meminta atau menerima pertolongan.

"Enggak apa-apa sama saya mah enggak ada masalah, tapi Babeh berdosa sama orang tuanya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kisah pilu menimpa Suderajat, 49, seorang pedagang es kue (es gabus) asal Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Niat hati mencari nafkah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, ia justru menjadi korban kekerasan oknum aparat setelah menjual dagangan berbahan spons berbeda.

Peristiwa traumatis ini terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Suderajat dipaksa Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Heri, bahwa es kue dagangannya bukan terbuat dari bahan makanan.

Suderajat menceritakan bahwa intimidasi tersebut bermula saat dirinya dihampiri kedua oknum tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Ia kemudian dipaksa mengakui tuduhan yang tidak berdasar terkait bahan baku dagangannya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore