Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam menjelaskan bahwa aksi balap lari dengan modus serupa bukanlah yang pertama untuk berjudi. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebuah aksi tidak terduga terjadi di Jalan M Saidi Raya, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Delapan pelajar melakukan balap lari yang diiringi dengan taruhan uang, bahkan sampai menutup jalan menggunakan beberapa motor milik mereka. Tindakan ini mengganggu kelancaran lalu lintas dan mengganggu aktivitas pengendara yang melintas di lokasi tersebut.
Video yang merekam momen peristiwa tersebut kemudian menyebar luas dan viral di berbagai platform media sosial, menarik perhatian publik serta pihak berwenang.
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam menjelaskan bahwa aksi balap lari dengan modus serupa bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh para pelaku. Menurutnya, kelompok pelajar ini sudah pernah melakukan tindakan sama di wilayah Meruya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, sejak tahun 2024 lalu.
"Kejadian ini bukan kali pertama dilakukan oleh mereka. Sebelum-sebelumnya ini sudah pernah dilakukan sejak tahun 2024 dan tidak hanya dilakukan di wilayah Pesanggrahan," ujarnya, kemarin (22/1).
Selain mengganggu lalu lintas, aksi balap lari tersebut juga menyertai unsur judi. Para pelajar terbagi menjadi kelompok dan bertaruh uang, dengan ketentuan kelompok yang kalah harus membayar uang sebesar Rp 300 ribu. "Untuk taruhannya itu sekitar Rp 300 ribu per kelompok. Jadi mereka patungan sampai Rp 300 ribu per kelompok," jelas Segala.
Saat ini, seluruh delapan pelajar yang terlibat dalam kasus judi balap lari dan pemblokiran jalan telah berhasil ditangkap dan diserahkan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk menjalani proses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.
