
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, yang merupakan salah satu fasilitas nuklir yang sering disebut-sebut dalam krisis internasional karena program nuklir Iran, saat ini menghasilkan 1000 megawatt listrik per tahun. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri. (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri)
JawaPos.com - Iran melaporkan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) adanya serangan yang terjadi di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr pada Sabtu pagi, dikutip dari ANTARA.
Sebelumnya, Organisasi Energi Atom Iran menyebut PLTN Bushehr ditembaki oleh Amerika Serikat dan Israel, hingga menyebabkan tewasnya seorang pekerja.
Dalam pernyataan di platform X, IAEA menyebut proyektil menghantam area dekat fasilitas Bushehr, yang merupakan insiden keempat dalam beberapa pekan terakhir.
Iran juga melaporkan seorang petugas keamanan tewas akibat pecahan proyektil. Sementara sebuah bangunan di lokasi terdampak gelombang kejut dari ledakan tersebut.
IAEA menegaskan tidak ada peningkatan tingkat radiasi.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan menekankan bahwa fasilitas nuklir maupun area sekitarnya tidak boleh menjadi sasaran serangan.
Grossi juga menyerukan agar semua pihak menahan diri secara maksimal untuk mencegah risiko kecelakaan nuklir.
