
Bendera Australia dan Iran (Free Iran SN)
JawaPos.com - PBB menyerukan kepada pihak-pihak berkonflik, untuk tidak menjadikan pasukan penjaga perdamaian sebagai sasaran serangan mereka.
Ihwal adanya hal ini dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix.
"Kami menyatakannya dengan jelas dan ini perlu diulang berkali-kali, pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran. Semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian harus segera dihentikan," kata Lacroix dalam Pertemuan Darurat Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, seperti dipantau secara daring dilasir dari Antara, Rabu dini hari.
Pertemuan darurat itu diadakan atas permintaan Indonesia dan Prancis setelah insiden serangan Israel di Lebanon selatan hingga menewaskan tiga prajurit Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Serangan itu terjadi di tengah kemajuan darat yang terus berlanjut oleh pasukan Israel dan di tengah bentrokan sengit dengan Hizbullah; sementara serangan udara, yang belum pernah terjadi sebelumnya, terus dilaporkan terjadi.
Pasukan Israel menguasai wilayah cukup luas di sebelah utara garis demarkasi yang dipetakan PBB di antara Israel dan Lebanon, sehingga korban sipil terus meningkat akibat permusuhan tersebut, termasuk pasukan UNIFIL di lapangan.
Baca Juga:Indonesia Tuntut PBB Selidiki Serangan Israel Terhadap 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
"Sekretaris Jenderal (Antonio Guterres) telah mengutuk keras dua insiden mengerikan yang menyebabkan kematian tiga pasukan penjaga perdamaian kita dalam waktu 24 jam dan beberapa lainnya cedera serius," tambah Lacroix.
Peristiwa tragis tersebut seharusnya tidak terjadi. Dia mengatakan UNIFIL saat ini sedang melakukan investigasi untuk menentukan perkembangan dari kejadian tercela itu.
"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur dan kepada Pemerintah Indonesia. Saya juga berharap agar mereka yang terluka segera pulih sepenuhnya," kata Lacroix.
