Presiden Donald Trump menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih, 17 Maret 2026. (Al Jazeera)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengatakan ia memperpanjang penundaan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari, hingga 6 April 2026. Keputusan tersebut sesuai waktu yang diberikan Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz hingga tanggal yang sama.
Trump juga menulis di media sosial bahwa pembicaraan dengan Iran “berjalan sangat baik”, meskipun sehari sebelumnya Teheran menolak proposal gencatan senjata dari AS.
Perpanjangan tersebut, yang menurut Trump diminta oleh pemerintah Iran, menyusul keputusannya pada Senin (23/3) untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari, setelah sebelumnya mengancam akan menghancurkannya jika Teheran tidak membuka kembali jalur pelayaran penting itu dalam waktu 48 jam.
Pada Kamis, Trump menyatakan penundaan selama 10 hari itu akan berlangsung hingga pukul 20.00 waktu Washington pada 6 April 2026.
Baca Juga:AS Akan Gempur Iran Lewat Perang Darat, Teheran Siap Menyambut Kedatangan Tentara Negeri Paman Sam
Sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari dan Iran membalas dengan menyerang Israel serta negara-negara Teluk, jalur perairan yang vital bagi perdagangan minyak dan gas alam global tersebut sebagian besar telah tertutup.
