Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Maret 2026, 04.07 WIB

Jubir Gedung Putih Sebut Donald Trump akan Bersua Xi Jinping di Beijing pada Mei 2026

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2025. Kedua pemimpin itu dijadwalkan kembali bersua pada Mei 2026 di Beijing. (Evelyn Hockstein/Reuters) - Image

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2025. Kedua pemimpin itu dijadwalkan kembali bersua pada Mei 2026 di Beijing. (Evelyn Hockstein/Reuters)

 

JawaPos.com-Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengadakan pertemuan yang "telah lama ditunggu-tunggu" dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei, menurut Gedung Putih pada Rabu (25/3).

Kunjungan Trump ke Tiongkok, menjadi yang pertama sejak kembali menjabat pada Januari 2025, awalnya dijadwalkan pada 31 Maret hingga 2 April. Namun, kunjungan itu ditunda karena keinginannya untuk tetap berada di Amerika dan fokus pada perang yang baru saja dimulai dengan Iran.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, yang mengumumkan tanggal baru kunjungan tersebut, juga mengatakan dalam konferensi pers bahwa Trump dan istrinya, Melania, akan menjamu Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, dalam kunjungan balasan di Washington pada tanggal yang akan diumumkan di tahun ini.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, Trump mengonfirmasi di media sosial bahwa dia akan bertemu dengan Xi Jinping selama dua hari. "Perwakilan kami sedang menyelesaikan persiapan untuk kunjungan bersejarah ini. Saya sangat menantikan untuk menghabiskan waktu bersama Presiden Xi dalam apa yang saya yakin akan menjadi peristiwa yang monumental," tulis Trump.

Ketika ditanya apakah pemerintahan Trump memperkirakan perang yang dilancarkan Amerika dan Israel kepada Iran pada 28 Februari lalu akan berakhir pada pertengahan Mei, Leavitt mengatakan pihaknya selalu memperkirakan operasi militer itu akan selesai sekitar empat hingga enam minggu. "Jadi, Anda bisa menghitungnya. Saya tahu Presiden (Donald Trump) berharap dapat pergi ke Tiongkok pada 14 dan 15 Mei," ujar Leavitt.

Sejak menyetujui gencatan satu tahun dengan Xi Jinping dalam perang dagang Amerika dan Tiongkok pada Oktober 2025, Trump telah menyatakan bahwa keduanya telah membuat kemajuan di bidang ekonomi dan menempatkan hubungan mereka pada pijakan yang lebih stabil.

Topik utama yang akan dibahas pada pertemuan puncak itu antara lain termasuk soal perdagangan dan Taiwan, serta pembelian tambahan produk pertanian Amerika oleh Tiongkok, yang ingin diamankan Trump menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore