
Umat Muslim melakukan salat Idul Fitri, menandai akhir bulan suci Ramadan umat Muslim, di Masjid Badshahi yang bersejarah di Lahore, Pakistan, Sabtu, 21 Maret 2026. (AP)
JawaPos.com - Perayaan Idul Fitri di Pakistan tahun ini tidak hanya diwarnai sukacita, tetapi juga refleksi mendalam atas konflik yang masih membayangi dunia Islam.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyerukan pentingnya persatuan umat Muslim di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya di Gaza, Kashmir, dan kawasan Timur Tengah.
Dalam pesan Idul Fitri yang disampaikan pada Sabtu, Sharif menegaskan bahwa momen kemenangan setelah Ramadan seharusnya tidak melupakan penderitaan saudara-saudara Muslim di wilayah konflik.
Ia menyebut, perayaan tahun ini berlangsung di tengah situasi regional yang memanas dan berpotensi memperluas ketidakstabilan.
“Bahkan saat kita merayakan Idul Fitri dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, hati kita tetap diliputi kesedihan untuk rakyat Gaza dan Kashmir, serta saudara-saudara kita yang terdampak konflik di Timur Tengah,” ujar Sharif dalam pernyataannya dikutip dari Arab News.
Idul Fitri sendiri merupakan salah satu hari besar terpenting dalam Islam yang biasanya dirayakan dengan shalat berjamaah, berbagi kepada sesama, serta mempererat silaturahmi. Namun, menurut Sharif, nilai-nilai tersebut justru semakin relevan di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi saat ini.
Ia menekankan bahwa solidaritas dan kepedulian harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang dihadapi umat Islam.
“Sekarang, lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan persatuan yang lebih besar di dalam umat Islam agar kita dapat bersama-sama menegakkan keadilan, martabat, dan perdamaian abadi bagi semua," lanjut Sharif.
Sharif juga mengingatkan bahwa Idul Fitri adalah momentum untuk memperkuat nilai kasih sayang, persatuan, dan kemurahan hati. Dalam situasi sulit, ia menilai perbedaan seharusnya tidak menjadi penghalang.
